
Ditjen Gakkum ESDM Sita 50.000 Ton Batubara Ilegal di Kukar
- Ditemukan dari 6 Lokasi Berbeda
Kutai Kartanegara
IBUKOTAKINI.COM - Upaya penegakan hukum di sektor energi membuahkan temuan jumbo di Kalimantan Timur.
Aparat menemukan tumpukan batubara tak bertuan dengan total berat sekitar 50.000 ton di sepanjang jalur Sungai Mahakam, yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal.
Temuan tersebut diperoleh dalam operasi pengamanan yang dilakukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM selama dua hari, pada 14–15 Januari 2026, sebagai bagian dari penegakan hukum sektor energi dan sumber daya mineral.
Tumpukan atau stockpile batubara ditemukan di enam titik lokasi berbeda, tersebar di pelabuhan khusus atau jetty batubara serta area penambangan di Kecamatan Loa Kulu dan Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
BACA JUGA:
Lubang Tambang Menganga di Jalan Poros Samarinda–Muara Jawa - ibukotakini.com
Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM Jeffri Huwae menyatakan bahwa batubara tersebut merupakan kekayaan negara yang rawan hilang, sehingga perlu segera dilakukan pengamanan di lapangan.
“Saat ini stockpile batubara telah diamankan dengan pemasangan barikade menggunakan garis atau segel Ditjen Gakkum ESDM, serta dipasangi spanduk atau plang larangan yang menyatakan bahwa tumpukan tersebut merupakan aset negara,” ujar Jeffri dalam pernyataan yang dipetik Sabtu, 24 Januari 2025.
Ia menjelaskan, tahapan berikutnya adalah penelusuran asal usul batubara tersebut, disertai penilaian kuantitas dan kualitas.
Proses ini akan melibatkan pihak independen, baik surveyor maupun instansi berwenang, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Setelah seluruh proses selesai, batubara akan dilelang dan hasilnya akan menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada sektor ESDM,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menindak tegas praktik pertambangan ilegal sekaligus mengamankan potensi penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral.
Selama proses pengamanan berlangsung, situasi di lapangan dilaporkan aman dan kondusif berkat sinergi lintas instansi. Operasi ini melibatkan Kodam VI/Mulawarman, Polda Kalimantan Timur, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. ***
