Dorong Hilirisasi, Produk Petani Masuk Ritel Modern
Samarinda

Dorong Hilirisasi, Produk Petani Masuk Ritel Modern

  • Beberapa komoditas unggulan yang telah berhasil menembus pasar lokal antara lain Kopi Linggang dari Kutai Barat dan Gula Aren dari Penajam Paser Utara
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat hilirisasi sektor perkebunan dengan memfasilitasi 30 pelaku usaha binaan. Melalui gerai resmi Toko Kebun, produk olahan petani lokal mulai menembus pasar ritel modern di Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, mengatakan saat ini terdapat sekitar 30 pelaku usaha yang rutin menitipkan produk dengan total hampir 60 varian olahan. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.

“Kami ingin petani memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dengan menjadi produsen barang jadi, bukan hanya penyuplai bahan mentah,” terang Taufiq di Samarinda, dikutip dari akun resmi Pemprov Kaltim pada Sabtu, (31/1/2026).

Seluruh produk yang dipasarkan melalui Toko Kebun telah memenuhi standar kelayakan edar, termasuk izin PIRT dan sertifikasi halal. Standar tersebut menjadi prasyarat agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan diterima jaringan ritel modern.

Untuk memperluas jangkauan pemasaran, Disbun Kaltim juga bersinergi dengan berbagai organisasi perangkat daerah serta lembaga non-pemerintah dalam ajang promosi dan pameran.

BACA JUGA:

Mitme Tekankan Riset dan Promosi Kunci UMKM Unggul - ibukotakini.com

Analis Kebijakan Disbun Kaltim, Marinda Asih Ramadhaniah, menjelaskan bahwa strategi saat ini difokuskan pada penguatan pasar domestik Kalimantan Timur. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tekanan persaingan harga dengan produk dari luar daerah.

“Produk lokal kerap menghadapi tantangan harga yang lebih tinggi, misalnya gula aren dari Jawa. Karena itu, kami perkuat dulu pasar dalam daerah,” ujar Marinda.

Beberapa komoditas unggulan yang telah berhasil menembus pasar lokal antara lain Kopi Linggang dari Kutai Barat dan Gula Aren dari Penajam Paser Utara. Produk tersebut kini tidak hanya tersedia di Toko Kebun, tetapi juga dipasarkan melalui jaringan ritel modern seperti Auto Swalayan, Planet Swalayan, dan Yugo Market.

Untuk mendukung distribusi pelaku usaha yang berada jauh dari perkotaan, Disbun Kaltim menerapkan sistem konsinyasi. Setiap produk juga dilengkapi stiker khusus “Toko Kebun” sebagai segel kualitas.

“Pelabelan ini penting untuk melindungi konsumen dari risiko produk oplosan, terutama untuk komoditas rentan seperti lada hitam dan gula aren,” tutup Marinda. ***