
DP3AKB Balikpapan Jadikan Kampung Keluarga Berkualitas
- Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan keluarga, karena keluarga adalah titik awal pembangunan SDM
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat pembangunan keluarga berbasis Masyarakat.
Langkah ini dilakukan optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas yang digencarkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Balikpapan.
Bersama BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, DP3AKB sosialisasi Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk, yang berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung Bersama DP3AKB–Disdukcapil Balikpapan, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh keluarga berencana (KB) serta pengelola Kampung Keluarga Berkualitas dari berbagai wilayah di Balikpapan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D Larose, mengungkapkan bahwa Kampung Keluarga Berkualitas menjadi instrumen penting dalam membangun ketahanan keluarga.
“Kampung Keluarga Berkualitas ini bukan hanya program, tetapi wadah integrasi berbagai program pembangunan keluarga. Tujuannya agar keluarga semakin kuat, sehat, dan sejahtera,” katanya.
Ia menyebut, peran penyuluh KB dan pengelola kampung sangat strategis sebagai ujung tombak implementasi program di lapangan.
BACA JUGA:
Disporapar Latih Finalis Duta Wisata, Siap Promosikan Balikpapan - ibukotakini.com
Di mana keberhasilan pembangunan keluarga tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Sinergi antara pemerintah daerah, BKKBN, dan para penyuluh harus terus diperkuat agar program berjalan optimal,” tambahnya.
Senada, Kepala Bidang KB DP3AKB Balikpapan, dr. Lis Indrayati, menyebut optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas penting untuk memastikan efektivitas program.
“Pemahaman yang baik dari penyuluh dan pengelola menjadi kunci agar implementasi di masyarakat tepat sasaran,” jelasnya.
BACA JUGA:
Bagus Susetyo: IPAL Jadi Syarat Mutlak Operasional SPPG - ibukotakini.com
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan materi dari narasumber BKKBN Kaltim.
Novi Hendrayanti memaparkan strategi penguatan Kampung Keluarga Berkualitas sebagai basis pembangunan sumber daya manusia.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan keluarga, karena keluarga adalah titik awal pembangunan SDM,” ungkapnya.
Sementara itu, Karisya Humaira menjelaskan pentingnya Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk.
“Sistem ini membantu pemerintah memantau dinamika kependudukan secara cepat dan akurat, sehingga kebijakan pengendalian bisa lebih tepat,” ujarnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)
