DP3AKB Balikpapan Tambah Tiga RBRA di APBD Perubahan 2025
Balikpapan

DP3AKB Balikpapan Tambah Tiga RBRA di APBD Perubahan 2025

  • Pemerintah Kota Balikpapan berencana memperluas pembangunan RBRA di 34 kelurahan secara bertahap hingga 2030
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) menjadi salah stau program yang ingin dimaksimalkan Pemerintah Kota Balikpapan. Hal tersebut dilakukan seiring harapan agar kota ini bisa mempertahankan gelar Kota Layak Anak Kategori Utama. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Heria Prisni menjelaskan, pembangunan RBRA dalm waktu dekat rencana dilakukan di anggaran perubahan 2025. Akan ada dua lokasi di taman terbuka hijau, dan satu di indoor.

"Yang perubahan dua. Nanti juga akan ada satu di indoor. Tapi kami belum bisa sampaikan karena akan melihat data dahulu," ungkapnya pada Kamis 28 Agustus 2025. 

Ia menjelaskan, untuk pembangunan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun 2025 ini dana yang disiapkan sekitar Rp300 juta hingga Rp400 juta. Nantinya untuk outdoor akan berlokasi di Taman Tiga Generasi dan di halaman gereja di kawasan sekitar Mako Polda Kaltim.

Pembangunan ini berupa perbaikan fasilitas bermain anak yang sebelumnya memang sudah ada. Fasilitas tersebut sebelumnya adalah bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara untuk yang indoor akan ditentukan nanti. 

BACA JUGA:

Cegah Kebocoran, Balikpapan Terapkan Sistem Pajak Digital Terintegrasi - ibukotakini.com

"Di anggaran perubahan ini dana sudah disiapkan. Mengapa kita lakukan perbaikan di Taman Tiga Generasi, karena di sana fasilitas masih sering digunakan oleh anak-anak," jelasnya. 

Fasilitas tersebut menjadi salah satu yang paling sering dimanfaatkan oleh masyarakat atau warga sekitar. Selain perbaikan yang sudah ada, akan ada tambahan fasilitas bermain lain. 

Pemerintah Kota Balikpapan berencana memperluas pembangunan RBRA di 34 kelurahan secara bertahap hingga 2030. Sementara ini sebanyak tiga RBRA telah dibangun dan diajukan untuk standarisasi.

Tiap-tiap RBRA tersebut dilengkapi minimal lima jenis fasilitas permainan. Dengan biaya pembangunan bervariasi, sekitar Rp300 juta per unit bergantung pada luasan lahan. Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam memenuhi klaster lingkungan keluarga dan pendidikan dalam penilaian KLA.

"RBRA bukan sekadar tempat bermain, tetapi juga sarana untuk mendukung perkembangan fisik, mental, dan sosial anak-anak dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan," kata Heria. ***