
DPKH Kaltim Bagikan Cara Aman Simpan Daging Kurban
- Kebersihan dan sanitasi menjadi faktor utama dalam penanganan hewan dan daging kurban
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, masyarakat diimbau lebih cermat dalam mengelola dan menyimpan daging kurban agar tetap aman, sehat, dan layak konsumsi.
Edukasi tersebut disampaikan dalam program “Cerdas Mengelola dan Menyimpan Daging Kurban”, dikutip pada Selasa (26/5/2026).
Hadir dalam program tersebut Plh Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur, Dyah Anggraini, serta ahli gizi Fitriyah Noor Aini.
Dyah Anggraini menyatakan kebersihan dan sanitasi menjadi faktor utama dalam penanganan hewan dan daging kurban.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/mengenal-bison-sapi-kurban-pilihan-presiden-prabowo
Hewan kurban yang sehat akan menghasilkan daging berkualitas dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Pada waktu penanganan daging kurban harus memperhatikan aspek kebersihan, higiene personal, dan sanitasi lingkungan. Hewan kurban yang akan disembelih tentunya juga harus sehat sehingga nantinya menghasilkan daging kurban yang berkualitas,” ungkapnya.
Untuk memastikan kualitas hewan kurban, DPKH Kaltim telah membentuk tim pengawasan dan pemeriksaan ternak yang turun langsung ke lapak penjualan maupun peternakan.
Pemeriksaan dilakukan guna memastikan hewan dalam kondisi sehat, tidak cacat, serta tidak kurus sebelum disembelih saat Iduladha.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/jelang-iduladha-2026-sapi-kurban-asal-bima-serbu-sangatta
Selain itu, proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban juga diminta dilakukan secara higienis. Daging tidak boleh diletakkan langsung di lantai maupun dicampur dengan jeroan.
Petugas penanganan pun sebaiknya dibedakan mulai dari proses pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian.
“Kami harapkan hewan kurban yang disembelih segera diselesaikan penanganannya. Maksimal dua jam setelah disembelih dibiarkan di suhu ruang,” katanya.
Sementara itu, ahli gizi Fitriyah Noor Aini menjelaskan masyarakat juga perlu memahami teknik penyimpanan daging yang benar agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga.
BACA JUGA:
Menurut dia, daging kurban sebaiknya tidak langsung diolah setelah proses penyembelihan karena masih mengalami fase rigor mortis atau kejang bangkai yang berlangsung sekitar enam hingga 12 jam.
“Kalau warnanya masih merah segar dan tidak berlendir berarti masih baik,” jelasnya.
Ia menyarankan daging dibagi menjadi beberapa bagian kecil sesuai kebutuhan sebelum disimpan di dalam freezer.
Penyimpanan sebaiknya menggunakan plastik food grade atau zipper bag yang bersih dan higienis agar kualitas daging tetap terjaga lebih lama.
Dengan pengelolaan dan penyimpanan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan daging kurban secara optimal selama momentum Hari Raya Iduladha 2026. ***
