
DPKH Kaltim Bakal Mencetak 237 Peternak Milenial
- Siapkan SDM Penuhi Kebutuhan IKN
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur menjadikan regenerasi peternak sebagai salah satu strategi utama memperkuat ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan produk peternakan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala DPKH Kaltim Arif Murdiyanto mengatakan, sektor peternakan membutuhkan generasi muda yang mampu menguasai teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu mengelola usaha secara modern agar industri peternakan daerah semakin kompetitif.
Hingga 2025, DPKH telah mendata 237 peternak milenial yang menjadi bagian dari program pengembangan sumber daya manusia (SDM) peternakan di Kalimantan Timur.
"Peternak milenial ini kami siapkan melalui pelatihan, bimbingan teknis, fasilitasi akses permodalan, hingga kemitraan usaha agar mampu mengembangkan peternakan yang produktif dan berdaya saing," kata Arif dalam pernyataan resmi yang dikutip Sabtu (1/8/2026).
Peternak Milenial Jadi Kunci Ketahanan Pangan Kaltim
Menurut Arif, regenerasi menjadi langkah penting karena sektor peternakan kini telah bertransformasi menjadi industri agribisnis modern yang mengandalkan inovasi dan teknologi.
Penggunaan inseminasi buatan, perbaikan genetik ternak, formulasi pakan, digitalisasi manajemen usaha, biosekuriti, hingga pemasaran digital menjadi kompetensi yang harus dikuasai peternak masa depan.
Dengan kemampuan tersebut, peternak muda diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Arif menilai keberadaan IKN menjadi momentum bagi lahirnya generasi baru peternak di Kalimantan Timur. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di kawasan ibu kota baru diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan daging, telur, susu, dan berbagai produk pangan asal hewan.
BACA JUGA:
Pabrik Pakan Ternak Rp8,3 Miliar Resmi Beroperasi di Kukar - ibukotakini.com
Karena itu, DPKH terus mendorong lahirnya peternak muda yang tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pelaku usaha agribisnis modern yang mampu memanfaatkan teknologi dan peluang investasi.
"Kami ingin semakin banyak generasi muda melihat peternakan sebagai sektor bisnis yang menjanjikan, bukan lagi usaha tradisional. Dengan SDM yang unggul, kami optimistis peternakan Kaltim mampu menjadi penopang kebutuhan pangan di IKN," ujar Arif.
Regenerasi peternak tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan produksi peternakan daerah sekaligus memperkuat kemandirian pangan Kalimantan Timur di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara.***
