DPMPTSP Balikpapan Optimistis Target Investasi 2024 Lampaui Rp 24 Triliun
Balikpapan

DPMPTSP Balikpapan Optimistis Target Investasi 2024 Lampaui Rp 24 Triliun

  • Peran penting proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina dan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang telah mendorong lonjakan investasi di Balikpapan.
Balikpapan
Niken Sulastri

Niken Sulastri

Author

IBUKOTAKINI.COM – Dalam upaya meningkatkan investasi di Kota Balikpapan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus melakukan promosi potensi daerah, termasuk menawarkan Kawasan Industri Kariangau (KIK) sebagai destinasi strategis bagi investor. 

Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengatakan bahwa memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, serta menggelar berbagai acara nasional dan internasional untuk menarik minat investor.

"Sebagai kota MICE (Meeting, Incentives, Convention, and Exhibition), Balikpapan memiliki banyak peluang untuk menarik perhatian investor," ucap Helmi pada Jumat, 24 Januari 2025.

Menurutnya, peran penting proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina dan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang telah mendorong lonjakan investasi di Balikpapan. 

Sebelum adanya RDMP dan IKN, target realisasi investasi tahunan di Balikpapan berkisar Rp 3-4 triliun. Namun, dengan kehadiran dua proyek besar tersebut, angka realisasi investasi melonjak tajam.

BACA JUGA:

Ekonomi Kaltim Triwulan III-2024 Capai 5,52 Persen, Pertambangan Masih Jadi Andalan - ibukotakini.com

"Ketika RDMP dan IKN mulai berjalan, investasi melonjak hingga lebih dari target awal. Dari sebelumnya Rp 3-4 triliun menjadi Rp 18 triliun per tahun," jelas Helmi.

Pada 2023, target realisasi investasi Kota Balikpapan sebesar Rp 18 triliun, tetapi capaian akhirnya melampaui ekspektasi dengan nilai Rp 24 triliun. Helmi menjelaskan bahwa 50 persen dari capaian tersebut disumbang oleh RDMP, sementara sektor lainnya, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), juga memberikan kontribusi signifikan.

Untuk tahun 2024, target realisasi investasi ditetapkan sebesar Rp 20 triliun. Namun, hingga triwulan ketiga, realisasi investasi sudah mencapai lebih dari Rp 18 triliun. "Kami optimistis tahun 2024 akan melampaui Rp 24 triliun," tambahnya.

BACA JUGA:

Jusaminsen Open 2025 Dibuka, Turnamen Sarana Promosi Balikpapan - ibukotakini.com

Helmi juga mengungkapkan bahwa sektor kuliner menjadi salah satu penyumbang terbesar dari aktivitas UMKM di Balikpapan, yang didukung oleh pertumbuhan populasi akibat kehadiran IKN.

"KLBI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang mendominasi di Balikpapan adalah kuliner. Dari lebih dari 5.000 Nomor Induk Berusaha yang diterbitkan, sebagian besar berasal dari sektor ini. Meski demikian, kontribusinya masih belum bisa dibandingkan dengan investasi besar dari pabrik yang bisa mencapai Rp 1,3 triliun per unit," jelas Helmi.

Ia mencatat bahwa 5.000 UMKM di Balikpapan menghasilkan total investasi sekitar Rp 200 miliar. Namun, sektor ini tetap penting karena turut menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang usaha baru di berbagai bidang.

DPMPTSP Balikpapan terus berkomitmen menjadikan kota ini sebagai pusat investasi strategis di Kalimantan Timur, mengoptimalkan potensi RDMP, IKN, serta sektor-sektor lainnya yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. ***