Kepala DPOP Kota Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma
Balikpapan

DPOP Balikpapan Kaji Pemberian Jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi Atlet

  • Selama ini para atlet hanya mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan saat mengikuti event tertentu.
Balikpapan
Niken Sulastri

Niken Sulastri

Author

BALIKPAPAN - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan tengah mengkaji pemberian jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada para atlet di wilayahnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala DPOP Kota Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma, pada Rabu 24 April 2024.

Ratih menjelaskan bahwa selama ini para atlet hanya mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan saat mengikuti event tertentu. Ia melihat perlunya kajian lebih mendalam agar para atlet mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan secara menyeluruh.

"Kenapa para atlet tidak dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan? Hal ini perlu ada kajian. Kami minta BPJS Ketenagakerjaan untuk sosialisasi apa sih layanan BPJS Ketenagakerjaan," jelas Ratih kepada media.

Inisiatif ini muncul dari Ratih saat menyelenggarakan Pelatihan Sport Medicine, di mana para pelatih menyarankan agar para atlet diberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

"Apabila ini difasilitasi kan bagus, tapi saya sampaikan kalau BPJS Ketenagakerjaan bisa mensosialisasikan," ujarnya.

BACA JUGA:

Dengan adanya jaminan BPJS Ketenagakerjaan, para atlet Kota Balikpapan diharapkan dapat fokus berlatih dan bertanding tanpa rasa khawatir akan risiko sakit atau cedera.

"Itu harapan kami bisa bekerja sama dengan rumah sakit. Kita bisa menjadi satu percontohan, satu kota yang memperhatikan kesehatan atletnya," ucap Ratih.

Jika kajian ini mendapatkan persetujuan, maka para atlet akan diverifikasi terlebih dahulu oleh KONI sesuai dengan cabang olahraga mereka. Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa atlet yang mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Sebelumnya, para atlet Balikpapan mendapatkan perlindungan kesehatan melalui Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Olahraga. Sebanyak 1.000 atlet Balikpapan terdaftar dalam program JPK Olahraga. Namun, jaminan tersebut tidak berlaku lagi sejak diberlakukannya aturan tentang BPJS Kesehatan.

"Ada beberapa atlet yang sudah masuk ke BPJS Kesehatan," ungkap Ratih.

Pemberian jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada para atlet di Balikpapan merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan rasa aman bagi mereka dalam berlatih dan bertanding. Hal ini diharapkan dapat memajukan prestasi olahraga di Kota Balikpapan. ***