Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Jafar Sidik saat ditemui di Balikpapan, belum lama ini.
Balikpapan

DPRD Apresiasi Penyaluran Saprodi untuk Petani Gunung Binjai

  • Intervensi yang dilakukan pemerintah kota menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kelompok tani yang tengah mengembangkan lahan pertanian
Balikpapan
Yandri Rinaldi

Yandri Rinaldi

Author

IBUKOTAKINI.COM - DPRD Balikpapan menilai dukungan stimulan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) yang diserahkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan kepada kelompok Tani Karya Bina Bersama di gunung Binjai pada Rabu (1/4/2026) menjadi langkah awal yang penting untuk mendorong kemandirian petani.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Jafar Sidik, menerangkan bantuan saprodi yang diberikan mencakup pupuk, bahan cair kimia pertanian, serta kapur dolomit yang berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah agar lebih subur dan gembur.

Menurutnya, intervensi yang dilakukan pemerintah kota menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kelompok tani yang tengah mengembangkan lahan pertanian. "Ini sifatnya masih stimulan awal, harapannya ke depan mereka bisa lebih mandiri," ujar Jafar Sidik saat dijumpai di kantornya, Kamis (2/4/2026).

Ia menuturkan, bantuan yang diberikan Pemkot Balikpapan sangat penting untuk mendorong peningkatan swasembada pangan. Selain membantu kebutuhan dasar petani, dukungan tersebut juga menjadi bentuk rangsangan agar petani lebih produktif dan mampu mengatasi berbagai kendala di lapangan.

BACA JUGA:

1.036 Usulan di Musrenbang 2027, Prioritas Infrastruktur dan Kesehatan

Dalam kunjungan ke lahan pertanian, turut dibahas potensi dukungan lanjutan dari Bank Indonesia (BI) Balikpapan yang menawarkan dua opsi bantuan.

Pertama, pembangunan fasilitas penyimpanan dan pengolahan gabah. Kedua, bantuan teknologi berupa drone sprayer untuk penyemprotan lahan pertanian.

Japar mengungkapkan, usulan pembangunan fasilitas penyimpanan dan pengolahan gabah dinilai lebih mendesak. Pasalnya, selama ini petani masih terkendala minimnya sarana penyimpanan yang memadai. Akibatnya, hasil panen tidak bisa dimaksimalkan.

"Dari hasil produksi, hanya sekitar 30 persen yang bisa dijual. Sisanya rusak karena lembab, karena tidak ada tempat penyimpanan yang memadai," jelasnya.

Adapun Fasilitas yang diusulkan BI tidak hanya berfungsi sebagai gudang, tetapi juga dilengkapi sistem pengering dan pengolahan. Gabah yang disimpan dapat langsung dikeringkan, diolah menjadi beras, dikemas, hingga siap dipasarkan.

Menurut Jafar, keberadaan fasilitas ini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan nilai jual hasil panen petani, sekaligus menekan potensi kerugian akibat kerusakan gabah.

BACA JUGA:

Penurunan Pengangguran Balikpapan hingga 5,84 Persen

Sementara itu, opsi bantuan drone sprayer dinilai lebih bersifat pendukung. Teknologi tersebut memang dapat meningkatkan efisiensi kerja di lahan, namun belum menjadi kebutuhan utama saat ini.

"Jadi, kemarin sudah komunikasi dengan DKP3 terkait usulan dari BI itu mana yang prioritas. Karena anggarannya hampir Rp600 juta satu unit untuk gudang penyimpanan. Kalau drone sekitar Rp400 jutaan. Menurut saya, yang prioritas itu fasilitas produksi dulu, karena yang paling penting hasil panen bisa terserap maksimal," ucapnya.

Diketahui, kelompok tani tersebut mengelola lahan seluas sekitar 95 hektare, dengan sekitar 40 hektare telah dibuka dan ditanami. Dalam waktu dekat, lahan tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen.

Dengan dukungan sarana yang memadai, DPRD berharap produktivitas pertanian di Balikpapan dapat meningkat signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.