
DPRD Desak Penataan Kabel di Balikpapan
- DPRD Balikpapan Geram, Kabel Udara Dinilai Merusak Estetika Kota
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Di atas kepala warga Balikpapan, ratusan kabel masih bergelantungan tak beraturan. Di sepanjang jalan utama hingga kawasan permukiman, pemandangan itu menjadi potret nyata wajah kota minyak.
DPRD Balikpapan, melalui Komisi III mendesak perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, khususnya yang berstatus Badan Udaaa Milik Negara (BUMN) agar menata ulang jaringan kabel udara yang dinilai mengganggu estetika kota dan kenyamanan masyarakat.
Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Ari Sanda, mengatakan kabel-kabel yang menumpuk di satu tiang dan bahkan sudah tak lagi terpakai membuat wajah kota menjadi kusam.
“Ini mengganggu estetika, padahal kami ingin Balikpapan tampil sebagai kota modern, tapi bagaimana bisa kalau langitnya saja masih penuh kabel begitu,” katanya, Minggu 12 Oktober 2025.
Menurut Ari, aduan dari warga terkait kabel menjuntai sudah banyak masuk ke DPRD, Sebagian kabel bahkan menggantung rendah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Padahal di satu sisi, kota yang dikenal Madinatul iman tersebut tengah berbenah menuju kota yang modern sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk itu, Arisanda menilai penataan kabel tidak bisa ditunda lagi. Selain demi keindahan visual, juga bagian dari penataan ruang kota.
BACA JUGA:
Budiono Nilai Pemotongan TKD Ancam Pembangunan - ibukotakini.com
“Kami ingin perusahaan telekomunikasi menertibkan kabel-kabel yang sudah tidak aktif, kalau tidak, estetika kota akan terus rusak,” katanya.
Kawasan Jalan MT Haryono disebut sebagai titik paling krusial. Di ruas ini, tiang-tiang penuh dengan lilitan kabel dari berbagai penyedia layanan.
Tak hanya itu, kawasan Sepinggan sebagai pintu masuk Balikpapan dari Bandara juga tak luput dari kondisi serupa.
Banyak kota lain, seperti Batam dan Bandung, sudah lebih dulu menata jaringan kabel dengan sistem bawah tanah.
Ari menilai, Balikpapan perlu mulai menuju ke arah yang sama agar wajah kota lebih rapi dan berkarakter metropolitan.
“Setidaknya di jalur-jalur utama dulu, supaya ada perubahan yang bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
DPRD berjanji akan terus mengawal proses ini bersama pemerintah kota, termasuk melalui komunikasi lintas sektor agar langkah penertiban tidak melanggar regulasi.
“Kami ingin penataan dilakukan dengan bijak, bukan asal cabut. Tapi jangan juga dibiarkan terus seperti ini. Kota ini butuh langit yang bersih,” tutup Ari. ***
