Siswa-siswi di sebuah sekolah  sedang melakukan simulasi bencana. (Foto:BPBD/ Ilustrasi)
Kabar Ibu Kota

Dua SMA Negeri Baru Segera Dibangun, Target Mulai 2026

  • Atasi Kekurangan Ruang Kelas untuk SMA
Kabar Ibu Kota
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kebutuhan sekolah menengah atas di wilayah terpencil Berau akhirnya mendapat respons. 

Pemerintah memastikan pembangunan dua SMA Negeri baru untuk mengatasi persoalan jarak yang selama ini membebani lulusan SMP.

Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah VI Berau memastikan rencana pembangunan dua sekolah menengah atas (SMA) negeri baru di Kabupaten Berau. 

Masing-masing berada di Kecamatan Segah dan Kecamatan Tabalar.

BACA JUGA:

Angka Kemiskinan Balikpapan Turun, Tapi Tingkat Pengangguran Tinggi, Kenapa?

Dua sekolah tersebut akan diberi nama SMAN 16 Berau dan SMAN 17 Berau. Kehadirannya ditujukan untuk menjawab kebutuhan mendesak lulusan SMP yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk melanjutkan pendidikan.

Pelaksana Tugas Kepala Cabang Disdikbud Wilayah Berau, Ahmadong, mengatakan tahap awal pembangunan difokuskan pada penyediaan dua ruang kelas. 

Fasilitas itu diperkirakan mampu menampung hingga 72 siswa, dilengkapi ruang kepala sekolah serta tata usaha.

“Kami melihat potensi lulusan di sekitar. Untuk tahap awal, kami maksimalkan dulu sambil melihat perkembangan ke depan,” ujar Ahmadong dilansir kanal Diskominfo Kaltim, Senin, 27 April 2026.

BACA JUGA:

Wajib PAUD 2027, Disdikbud Balikpapan Siapkan Skema Subsidi

Saat ini, proses verifikasi dan validasi lapangan telah dilakukan oleh tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Pemerintah daerah menegaskan, percepatan pembangunan sangat bergantung pada penyelesaian legalitas lahan.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, pembangunan ditargetkan bisa dimulai tahun ini. Opsi lainnya, proyek akan masuk dalam penganggaran tahun 2027.

Untuk kebutuhan tenaga pendidik, Disdikbud Berau berencana mengoptimalkan guru dari SMA terdekat yang masih kekurangan jam mengajar. 

BACA JUGA:

Siswa SMPIT Balikpapan Islamic School Ikuti Khotmul Qur'an

Sementara jabatan kepala sekolah akan diisi oleh pelaksana tugas hingga operasional sekolah berjalan stabil.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan di wilayah pelosok Berau, sekaligus menekan angka putus sekolah akibat kendala jarak tempuh.***