
Duta Besar Australia Roderick Brazier Dijadwalkan Sambangi Balikpapan
- Kemitraan Australia Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Duta Besar Australia untuk Republik Indonesia, Roderick Brazier, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Balikpapan.
Berdasarkan informasi yang dimiliki media ini, Roderick Brazier berkunjung pada Jumat, 24 April 2026. Salah satu lokasi yang akan dikunjungi adalah Kelurahan Telagasari.
Berdasarkan surat resmi dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, diplomat senior tersebut dijadwalkan berada di Kelurahan Telagasari, Balikpapan Kota, mulai pukul 15.00 hingga 16.15 WITA.
Dalam kunjungan singkat namun padat tersebut, Roderick Brazier ingin berdiskusi mengenai efektivitas kemitraan yang selama ini telah terjalin.
BACA JUGA:
Pemprov Kaltim Gandeng UEA Perkuat Investasi dan Energi - ibukotakini.com
“Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi dalam program Kemitraan Australia Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI). Fokus utama dalam agenda ini adalah melihat langsung perkembangan isu inklusi disabilitas di tingkat akar rumput,” tulis dokumen tersebut.
Program INKLUSI sendiri telah memberikan dukungan signifikan bagi Pemerintah Kota Balikpapan dan sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS).
Beberapa mitra strategis yang terlibat aktif antara lain Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel atau SIGAB, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur, serta Kelompok Difabel Kecamatan/Kelurahan (KDK) yang menjadi ujung tombak pemenuhan inklusivitas di Balikpapan.
Pihak Kedutaan Besar Australia melalui Minister Counsellor Pembangunan Manusia dan Humanitarian, Tim Stapleton, menyatakan aakan ada diskusi dengan Dubes Roderick Brazier.
BACA JUGA:
Wagub Kaltim Sebut Cadangan Pasir Kuarsa Kaltim Capai 140 Miliar Ton! - ibukotakini.com
"Pada kesempatan kunjungan ini, Bapak Duta Besar ingin berdiskusi tentang kolaborasi Kemitraan Australia Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI)," tulis Tim Stapleton dalam surat resminya tertanggal 17 April 2026.
Kunjungan ini dipandang strategis bagi citra Balikpapan sebagai kota yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Melalui sinergi internasional ini, diharapkan pemenuhan hak-hak difabel di Balikpapan dapat terus meningkat melalui kebijakan publik yang lebih inklusif. ***
