Struktur ekonomi Balikpapan hingga kini masih didominasi lapangan usaha industri pengolahan
Balikpapan

Ekonomi Balikpapan 2026 Bakal Menguat

  • Struktur ekonomi Balikpapan hingga kini masih didominasi lapangan usaha industri pengolahan
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2026 berada di kisaran 4,50%–5,30%, di tengah tantangan global dan dinamika struktural daerah. 

Kota Balikpapan dinilai menjadi salah satu motor penting, terutama lewat penguatan sektor industri pengolahan dan perannya sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Umran Usman mengatakan, struktur ekonomi Balikpapan hingga kini masih didominasi lapangan usaha industri pengolahan. Tren tersebut diperkirakan semakin menguat pada 2026 seiring mulai optimalnya operasi sejumlah industri strategis.

“Untuk Kota Balikpapan, lapangan usaha dengan pangsa terbesar masih industri pengolahan. Ke depan, dominasinya akan semakin besar karena sejumlah industri strategis sudah dan mulai beroperasi penuh,” ungkap Umran, baru-baru ini dalam diskusi bareng media.

Salah satu pendorong utama berasal dari industri hilirisasi berbasis investasi asing. Umran mencontohkan proyek industri dari investor Korea yang telah beroperasi sejak awal 2025 dengan kapasitas sekitar 500.000 ton per tahun dan diperkirakan meningkat pada 2026.

BACA JUGA:

UMKM Jadi Andalan, Bank Indonesia Siapkan Strategi - ibukotakini.com

Selain itu, kilang Pertamina Balikpapan yang menjalani proyek peningkatan kapasitas juga menjadi faktor signifikan. Kilang tersebut ditargetkan beroperasi optimal dengan tambahan kapasitas sekitar 100.000 barel, sehingga memperkuat kontribusi industri pengolahan dalam struktur ekonomi kota.

“Dengan beroperasinya industri-industri tersebut, kontribusi industri pengolahan terhadap ekonomi Balikpapan akan semakin dominan,” katanya.

Di sisi lain, peran sektor konstruksi di Balikpapan diperkirakan mulai menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan selesainya sejumlah proyek fisik besar, termasuk pembangunan kilang, serta penyesuaian belanja fisik pemerintah daerah.

“Konstruksi sebelumnya tinggi karena pembangunan kilang. Setelah proyek selesai dan ada penyesuaian anggaran, pangsa konstruksi tidak lagi sebesar sebelumnya,” ujar Umran.

BACA JUGA:

Ekonomi Kaltim 2026 Diproyeksi Tumbuh, IKN Jadi Motor Utama - ibukotakini.com

Sektor perdagangan serta penyediaan makanan dan minuman yang selama ini menopang ekonomi Balikpapan diperkirakan tetap tumbuh. Namun, sektor ini menghadapi tekanan dari penyesuaian belanja pemerintah dan konsumsi daerah.

Meski demikian, BI menilai pertumbuhan ekonomi Balikpapan secara keseluruhan masih kuat dan berpotensi mencatatkan kinerja lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, seiring optimalnya operasi industri-industri besar.

Selain sektor riil, BI Balikpapan juga menaruh perhatian pada penguatan digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah. Umran menyebut seluruh pemerintah kota dan kabupaten di wilayah kerja BI Balikpapan telah memiliki fondasi digitalisasi keuangan, ditopang implementasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta perluasan penggunaan QRIS.

“Secara fundamental, pemerintah daerah sudah siap secara digital. Ke depan, fokusnya bukan hanya proses, tetapi juga output dan outcome, termasuk dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi,” tukas Umran. ***