
Ekonomi Balikpapan Tumbuh 9,32 Persen di Triwulan III-2025
- Kontribusi Kedua Terbesar di Kaltim
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Ekonomi Kota Balikpapan mencatatkan kinerja yang kuat pada Triwulan III-2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 9,32 persen secara year-on-year (y-on-y), menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur.
Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menyatakan capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi kota penyangga Ibu Kota Nusantara tersebut terus terjaga.
“Pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada triwulan ini ditopang oleh kinerja positif di seluruh sektor. Sektor sekunder mencatat pertumbuhan tertinggi dan menjadi motor utama perekonomian kota,” ungkap Marinda usai melaporkan Pertumbuhan Ekonomi ke Wali Kota Balikpapan, pada Jumat 5 Desember 2025.
Dalam laporannya, BPS menyebut sektor sekunder yang meliputi industri pengolahan dan konstruksi tumbuh 11,96 persen, menjadi sektor dengan kontribusi terbesar yaitu 62,60 persen terhadap total PDRB Balikpapan. Sektor tersier dan primer juga tumbuh positif, masing-masing 3,92 persen dan 3,94 persen.
Di sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi 7,46 persen, disusul konsumsi rumah tangga yang tumbuh 3,59 persen. Sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi justru mengalami kontraksi 13,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:
RDMP Balikpapan Tingkatkan Ekonomi dan Pendapatan Daerah - ibukotakini.com
Kinerja Triwulanan Tetap Positif
Ia menyebut Secara triwulan ke triwulan (q-to-q), ekonomi Balikpapan juga tumbuh 1,14 persen. Pertumbuhan ini kembali ditopang sektor sekunder yang naik 2,40 persen, meskipun sektor primer dan tersier mengalami kontraksi.
“Secara keseluruhan, peningkatan aktivitas industri dan konstruksi tetap menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Balikpapan, baik dalam jangka pendek maupun tahunan,” kata Marinda.
Kontribusi Kedua Terbesar di Kaltim
Balikpapan tetap menjadi salah satu pilar perekonomian Kaltim dengan kontribusi 19,20 persen, tertinggi kedua setelah Kutai Kartanegara. Bahkan di tingkat kabupaten/kota, Balikpapan mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi di Kaltim.
Marinda mengatakan tren pertumbuhan ini menunjukkan kuatnya peran Balikpapan sebagai pusat jasa, industri, dan logistik, terutama dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada triwulan ini, nilai PDRB Balikpapan atas dasar harga berlaku tercatat Rp 41,99 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp 27,59 triliun.
“Angka ini menunjukkan terus meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha,” tukasnya.
Menurut Marinda, keberhasilan menjaga pertumbuhan di atas 9 persen menjadi modal penting bagi Balikpapan dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan.
“Dengan struktur ekonomi yang semakin solid, terutama pada sektor sekunder, Balikpapan memiliki peluang besar untuk terus tumbuh stabil. Kuncinya adalah menjaga iklim usaha dan investasi tetap kondusif,” tegasnya. ***
