
Ekonomi Kaltim Tumbuh Positif Berkat Hilirisasi dan UMKM
- Daya Beli Masyarakat Terjaga
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Timur, Tjahyo Purnomo, menegaskan Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai motor transformasi ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Hal itu disampaikannya dalam pidato pada acara pengukuhan pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS Kaltim, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam paparannya, Tjahyo menilai ketahanan ekonomi Indonesia hingga Kalimantan Timur masih berada dalam kondisi solid berkat kombinasi konsumsi domestik, investasi, ekspor, hingga optimalisasi belanja pemerintah.
Menurutnya, ekonomi nasional sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen secara year on year, sedangkan triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen. Capaian itu disebut menjadi indikator kuatnya permintaan domestik dan terjaganya ekosistem ekonomi nasional.
“Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah yang optimal. Ini menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi Indonesia,” ujar Tjahyo.
BACA JUGA:
Platinum Convention Hall Balikpapan Diresmikan, Bisa Tampung 3.000 Orang - ibukotakini.com
Dulu Laris Jelang Kurban, Kini Pandai Besi Balikpapan Sepi Order - ibukotakini.com
Di tingkat regional, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi nasional dengan kontribusi 56,93 persen dan pertumbuhan 5,30 persen. Sementara itu, Kalimantan mencatat pertumbuhan 4,79 persen yang didorong sektor pertanian dan perdagangan.
Kaltim Jadi Simpul Transformasi Ekonomi Nasional
Dalam pidatonya, Tjahyo memberi perhatian khusus terhadap posisi strategis Kalimantan Timur. Ia menegaskan Kaltim kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai daerah penghasil sumber daya alam, tetapi mulai bergerak menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Struktur ekonomi Kaltim pada triwulan IV 2025 masih ditopang sektor pertambangan dan penggalian. Namun, sejumlah sektor nonmigas mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan.
BACA JUGA:
Dealer Ford Balikpapan Diresmikan, Target 1 Outlet per Bulan di Indonesia - ibukotakini.com
Pupuk Kaltim Awasi Langsung Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kios Resmi - ibukotakini.com
Sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman tumbuh 15,96 persen, disusul jasa lainnya sebesar 14,92 persen dan industri pengolahan 13,89 persen.
“Ini menegaskan diversifikasi ekonomi di Kalimantan Timur terus bergerak ke arah positif,” katanya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya pergeseran penting dalam struktur ekonomi Kaltim. Kehadiran sektor jasa, industri pengolahan, hingga UMKM menjadi sinyal bahwa daerah penyangga Ibu Kota Nusantara mulai bergerak menuju ekonomi berbasis nilai tambah.
Inflasi Kaltim Terkendali, Daya Beli Masyarakat Terjaga
Selain pertumbuhan ekonomi, Tjahyo juga menyoroti kondisi inflasi Kalimantan Timur yang dinilai cukup terkendali.
Pada April 2026, inflasi tahunan Kaltim berada di angka 2,5 persen dengan inflasi bulanan hanya 0,11 persen. Stabilitas harga tersebut disebut sebagai hasil sinergi lintas sektor, terutama melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
BACA JUGA:
Harga TBS Sawit Kaltim Tembus Rp3.623 per Kg Dipicu Pasar Global - ibukotakini.com
BUMA Internasional (DOID) Bakal Buyback Saham USD 6 Juta - ibukotakini.com
Menurutnya, pengendalian harga komoditas strategis menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat pasca momentum hari besar keagamaan.
“Ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Infrastruktur dan SDM Jadi Tantangan Berikutnya
Meski pertumbuhan ekonomi terus bergerak positif, Tjahyo mengingatkan tantangan pembangunan Kaltim ke depan tidak hanya soal pembangunan infrastruktur fisik.
Ia menyebut tingkat kemantapan jalan provinsi di Kaltim sudah mencapai 81,41 persen. Namun, infrastruktur tersebut harus mampu terkoneksi langsung dengan pusat produksi, kawasan ekonomi, UMKM, logistik, dan layanan publik agar memberi dampak nyata terhadap masyarakat.
Di sisi lain, penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama pemerintah.
Indeks Standar Pelayanan Minimum (SPM) pendidikan Kaltim pada 2025 tercatat mencapai 78,1. Namun, pemerintah tetap fokus menekan prevalensi stunting yang masih berada di level 22,2 persen.
Tjahyo menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik, tetapi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat secara luas.***
