
Ekonomi RI Tumbuh 5,12% Kuartal 2, IHSG Pekan Ini Diprediksi Menguat
- Lonjakan pertumbuhan terutama ditopang sektor Transportasi & Pergudangan (8,52%), Jasa Perusahaan (9,31%), dan Jasa Lainnya (11,31%)
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12% year-on-year (yoy), melampaui ekspektasi pasar sebesar 4,8% (yoy) dan didukung inflasi terkendali. Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini, setelah pekan lalu IHSG ditutup melemah tipis -0,06% di tengah aksi jual asing.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menyebut ada dua sentimen besar yang menggerakkan pasar: data pertumbuhan ekonomi dan rebalancing MSCI.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q2 ini juga berada di atas Malaysia (4,5%) dan Singapura (4,3%),” jelasnya kepada ibukotakini.com pada Senin, 11 Agustus 2025.
Lonjakan pertumbuhan terutama ditopang sektor Transportasi & Pergudangan (8,52%), Jasa Perusahaan (9,31%), dan Jasa Lainnya (11,31%). Kenaikan signifikan ini dipicu tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang, tercermin dari pertumbuhan perjalanan wisatawan 22,32% (yoy), angkutan rel 9,17% (yoy), angkutan laut 16,79% (yoy), dan penjualan bahan bakar kendaraan bermotor 8,66% (yoy).
BACA JUGA:
Janjikan Pelayanan Transparan, DJP Luncurkan Piagam Wajib Pajak - ibukotakini.com
“Mesin konsumsi domestik yang didorong mobilitas masyarakat menjadi penopang utama pertumbuhan kita di kuartal kedua,” tegas Imam.
Ia menilai stimulus pemerintah seperti diskon transportasi, bansos, subsidi upah, dan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja yang ikut mendongkrak pertumbuhan.
Dari sisi sentimen global, pelaku pasar juga mencermati pengumuman indeks MSCI, khususnya masuknya CUAN ke MSCI Global Standard Index yang berpotensi memicu inflow dana asing signifikan.
Proyeksi IHSG
Untuk periode 11–15 Agustus 2025, IPOT memperkirakan pasar akan fokus pada tiga data kunci: inflasi AS (CPI) yang diproyeksikan naik menjadi 2,8% (yoy), penurunan Industrial Production China menjadi 5,8% (yoy), serta data pertumbuhan ekonomi Jepang.
Dengan fundamental ekonomi yang solid dan katalis positif dari MSCI, IHSG pekan ini diproyeksikan bergerak positif, meski tetap perlu mencermati dinamika global. ***
