
Ekonomi Syariah Kaltim Tumbuh 26,4 Persen Sepanjang 2025
- Wajib Halal Mulai Oktober 2026
UMKM
IBUKOTAKINI.COM – Sektor ekonomi syariah Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 26,4 persen sepanjang tahun 2025.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi berbasis halal kian berperan sebagai mesin pertumbuhan baru di tengah tantangan transisi energi dan pembatasan industri batu bara.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat membuka gelaran Bank Indonesia Kaltim Halal Festival (Kalafest) 2026, Jumat (8/5).
“Angka 26,4 persen ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Ini adalah bukti sahih bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar label religius, melainkan mesin pertumbuhan riil yang mampu menjadi pilar stabilitas saat industri batu bara mulai menghadapi pembatasan,” ujar Seno Aji.
BACA JUGA:
Pekan Ekonomi Syariah Nusantara 2026 Berlangsung di Tiga Daerah - ibukotakini.com
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kaltim menyadari sepenuhnya potensi risiko efisiensi tenaga kerja massal akibat transisi energi global. Karena itu, penguatan ekonomi syariah diproyeksikan sebagai solusi strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Empat Sektor Prioritas Ekonomi Syariah Kaltim
Melalui Kalafest 2026, Pemprov Kaltim mempercepat sertifikasi produk lokal di sektor industri halal agar mampu bersaing di pasar global. Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan melalui penguatan jasa keuangan syariah guna mendukung pelaku usaha dan masyarakat.
Selain itu, Pemprov mengoptimalkan pemanfaatan dana sosial seperti zakat dan wakaf (Ziswaf) sebagai jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan.
BACA JUGA:
Tingkatkan Kepercayaan Publik pada Program JKN, BPJS Kesehatan Rangkul MUI - ibukotakini.com
Di saat yang sama, pemerintah membangun ekosistem kewirausahaan dari tingkat akar rumput untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Seno optimistis, dengan penguatan industri kreatif dan pembiayaan berbasis syariah, pertumbuhan ekonomi Kaltim yang saat ini berada di angka 4,53 persen dapat menembus target 5 persen pada akhir 2026.
Dalam sambutannya, Seno menghubungkan “Kala” (Kaltim Halal) dengan Desa Kahala di Kenohan, Kutai Kartanegara. Ia menegaskan, semangat ekonomi syariah harus menjangkau hingga pelosok desa.
Salah satu wujud nyata geliat ekonomi halal terlihat dari pameran Batik Pewarna Alami yang menjadi primadona dalam Kalafest 2026.
“Ini adalah wajah baru fashion Kaltim. Halal, ramah lingkungan, dan memiliki nilai seni tinggi. Produk-produk seperti inilah yang akan menyerap tenaga kerja dan mengentaskan kemiskinan,” jelasnya.
Wajib Halal Oktober
Menutup sambutannya, Seno Aji mengajak seluruh pemangku kepentingan menyukseskan program “Wajib Halal Oktober”. Ia menegaskan bahwa sertifikasi halal harus menjadi standar mutu wajib untuk meningkatkan daya saing produk Kaltim di pasar internasional.
BACA JUGA:
IHSG Ditutup Melemah ke 6.969,396, Tapi Data Sepekan BEI Tunjukkan Tren Positif - ibukotakini.com
“Kita tidak ingin ekonomi syariah hanya berhenti pada angka pertumbuhan. Kita ingin manfaatnya nyata: lapangan kerja baru terbuka, kesenjangan berkurang, dan masyarakat sejahtera secara berkeadilan,” tutupnya.
Dengan pertumbuhan 26,4 persen sepanjang 2025, ekonomi syariah Kaltim kini tidak lagi dipandang sebagai sektor alternatif, melainkan mampu menopang transformasi ekonomi daerah menuju struktur yang lebih berkelanjutan dan inklusif.***
