Ramadan Jadi Momentum Perputaran Ekonomi UMKM
UMKM

Ekraf Balikpapan Petakan 781 Pelaku Kreatif

  • Ramadan Jadi Momentum Perputaran Ekonomi UMKM
UMKM
Yandri Rinaldi

Yandri Rinaldi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Balikpapan mulai memasuki tahap konsolidasi data dan pemetaan subsektor industri kreatif hingga tingkat kelurahan. 

Hingga awal 2026, tercatat 781 pelaku kreatif telah terverifikasi, sementara 1.200 data lainnya masih dalam proses validasi.

Ketua Ekraf Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud, menyebut penguatan basis data menjadi langkah penting untuk memastikan program pembinaan tepat sasaran.

"Memasuki 2026, kami akan lebih masif melakukan penjaringan dan pemetaan subsektor kreatif sampai tingkat kelurahan," katanya dalam pembukaan Ramadan Balikpapan Vaganza 129, di Bekapai Balikpapan pada Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 Ekraf Balikpapan telah melaksanakan berbagai kegiatan kolaboratif, mulai dari workshop, pelatihan, hingga event kreatif yang menggabungkan seni, budaya, dan olahraga. 

BACA JUGA:

Safari Ramadan, Wawali Balikpapan Ingatkan Ketertiban - ibukotakini.com

Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku industri kreatif sekaligus membuka ruang jejaring.

Ramadan Vaganza 129, menurut Nurlena, menjadi momentum religius yang memiliki dampak ekonomi signifikan, khususnya bagi pelaku UMKM. 

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya hadir, tetapi turut berkontribusi melalui aktivitas belanja produk lokal.

Ketua Ekraf Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud, menyebut penguatan basis data menjadi langkah penting untuk memastikan program pembinaan tepat sasaran

"Kita hadirkan UMKM di sini agar masyarakat membeli dan mendorong perputaran ekonomi lokal," serunya.

Ia menilai kegiatan semacam ini mempertemukan nilai spiritual Ramadan dengan aktivitas ekonomi produktif. 

Dukungan pemerintah kota disebut memberi ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang secara berkelanjutan.

Ekraf Balikpapan juga menargetkan sejumlah program lanjutan pada 2026, termasuk workshop budaya, sertifikasi hak kekayaan intelektual (HAKI), event lari kreatif, serta partisipasi dalam agenda hari jadi kota berikutnya.

Baginya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi kreatif di Balikpapan.

Ramadan Vaganza 129 diposisikan sebagai salah satu titik temu antara kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan pelaku industri kreatif, dengan harapan memberikan dampak langsung terhadap penguatan UMKM lokal. (Adv Diskominfo Balikpapan)