PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) siapkan CAPEX Rp50 miliar kelola sumur gas marginal Karawang.
Ekbis

Ekspansi Bisnis, CGAS Siap Garap Proyek LNG dan Sumur Marginal

  • Gunakan Sisa Dana IPO Rp50 Miliar
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM — Emiten distribusi gas alam, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS), bersiap memperluas portofolio bisnisnya. 

Emiten yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal 2024 ini berencana menambah kegiatan usaha baru guna memuluskan transisi pola bisnis.

Perseroan yang semula berfokus pada distribusi Compressed Natural Gas (CNG) kini merambah ke pengelolaan dan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG). 

Langkah ekspansi ini akan dibawa ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memperoleh persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai penambahan KBLI baru.

Bidik KBLI 35201 untuk Optimalisasi Gas Alam dan LPG

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke otoritas Bursa Saham, Kamis (11/6/2026), manajemen CGAS menegaskan perlunya melakukan penyesuaian regulasi seiring perubahan pola bisnis perseroan dengan membidik KBLI 35201 tentang Pengolahan Bahan Bakar Gas. 

Kelompok usaha ini mencakup usaha pengolahan bahan bakar gas yang dapat dimanfaatkan langsung sebagai bahan bakar, di mana pembuatannya disertai usaha peningkatan mutu gas melalui proses pemurnian, pencampuran, dan proses lainnya yang dihasilkan dari gas alam termasuk LPG. 

Selain itu, cakupan KBLI ini juga menyasar pada aktivitas karbonasi dan gasifikasi batu bara atau bahan hidrokarbon lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Langkah ini didasarkan pada rencana ekspansi bisnis yang semula berfokus pada distribusi Compressed Natural Gas (CNG) menjadi pengelolaan dan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG)," tulis manajemen.

Kantongi Izin Alokasi Gas Sumur Marginal Karawang

Ketetapan hukum untuk menambah KBLI ini menjadi krusial setelah CGAS memenangkan tender pemanfaatan sumur marginal di wilayah Karawang, Tanjung Pakis, Jawa Barat. 

Ekspansi hulu-tengah (midstream) ini semakin solid menyusul terbitnya izin alokasi gas dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdasarkan Surat Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025.

Melalui izin alokasi tersebut, aktivitas CGAS kini tidak lagi terbatas pada distribusi ritel melainkan meluas pada pengadaan gas mandiri yang diambil langsung dari sumur tanpa melalui jaringan pipa (non-pipeline). 

Di samping itu, perseroan juga berfokus pada pengembangan sarana baru setelah sebelumnya sukses menyesuaikan izin niaga berkat penambahan CNG Station Grobogan melalui izin Nomor 388/1/IU-PB/ESDM/2025 yang ditetapkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Siapkan CAPEX Rp50 Miliar dari Dana IPO dan Pinjaman Bank

Untuk memuluskan langkah ekspansi hulu ini, perseroan telah merancang skema penganggaran belanja modal (capital expenditure/CAPEX) yang terukur guna mendanai kebutuhan infrastruktur baru tersebut. 

General Manager Finance PT Citra Nusantara Gemilang Tbk, Wasis Nugroho, mengungkapkan bahwa manajemen telah memetakan proyeksi kebutuhan dana beserta struktur finansialnya agar tetap menjaga stabilitas arus kas perseroan.

“Berdasarkan informasi manajemen, terdapat rencana pendanaan belanja modal (CAPEX) terkait rencana penambahan KBLI yang bersumber dari dana Initial Public Offering (IPO) dan pinjaman bank sebesar Rp50.000.000.000,- dengan asumsi bunga pinjaman sebesar 8,50 persen,” ujar Wasis Nugroho dalam keterangannya.

Lolos Uji Kelayakan Independen KJPP

Memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, CGAS telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Herman Meirizki dan Rekan sebagai pihak independen. 

Berdasarkan laporan studi kelayakan dari sisi pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, hingga proyeksi keuangan, pihak independen menyimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha ini dinyatakan layak.

Untuk mendukung operasional inti dari lini bisnis anyar ini, perseroan memproyeksikan kebutuhan 42 tenaga kerja baru secara bertahap.

Sebanyak 32 orang di antaranya akan direkrut secara langsung oleh internal Human Resources (HR) perseroan untuk mengisi pos operasional inti, sedangkan 10 orang sisanya akan menggunakan tenaga vendor pihak ketiga yang difokuskan pada fungsi pendukung operasional seperti keamanan (security) dan kebersihan (cleaning service).

Secara performa, diversifikasi menuju LNG dan optimalisasi sumur gas marginal non-pipa diperkirakan bakal menjadi katalis positif baru bagi pertumbuhan pendapatan komersial perseroan yang rekam jejak operasionalnya sudah berjalan sejak September 2006 tersebut.***