
Ekspor Balikpapan Melonjak 85 Persen, Tapi Neraca Dagang Defisit US$172 Juta
- Tiongkok Jadi Pasar Utama Ekspor Balikpapan
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Kinerja ekspor Kota Balikpapan pada April 2026 mencatat lonjakan signifikan. Nilai ekspor mencapai US$569,13 juta, naik sekitar 85,7 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar US$306,58 juta.
Namun di balik kenaikan tersebut, Balikpapan masih menghadapi tantangan, karena neraca perdagangan tetap mengalami defisit hingga US$172,12 juta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan yang dirilis 2 Juni 2026, defisit terjadi akibat nilai impor yang lebih tinggi dibanding ekspor.
Lonjakan ekspor menjadi isu paling menonjol dalam laporan perdagangan luar negeri Balikpapan periode April 2026. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh sektor nonmigas yang mendominasi ekspor kota ini.
BACA JUGA:
Buset! Bayan Tebar Dividen Rp8,9 Triliun - ibukotakini.com
Wastra Diaspora 2026 Buka Jalan Produk UMKM Kaltim Tembus Pasar Global - ibukotakini.com
Dari total ekspor US$569,13 juta, komoditas nonmigas menyumbang sekitar US$468,13 juta, sementara migas sebesar US$101 juta. Setahun sebelumnya, ekspor nonmigas tercatat hanya US$260,65 juta dan migas US$45,93 juta.
Artinya, pertumbuhan ekspor Balikpapan terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan komoditas nonmigas.
Meski ekspor tumbuh tinggi, impor Balikpapan juga meningkat tajam. Nilai impor pada April 2026 mencapai US$741,25 juta, jauh lebih besar dibanding ekspor. Impor didominasi sektor migas yang mencapai US$678,15 juta, sedangkan impor nonmigas sebesar US$63,10 juta.
Kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Balikpapan masih berada di zona merah dengan defisit US$172,12 juta. Fenomena ini menunjukkan bahwa tingginya aktivitas ekonomi dan industri di Balikpapan masih bergantung pada pasokan barang dan energi dari luar negeri.

Tiongkok Jadi Pasar Utama Ekspor Balikpapan
BPS Kota Balikpapan mencatat Tiongkok menjadi tujuan ekspor terbesar pada April 2026 dengan nilai mencapai US$186,81 juta. Posisi berikutnya ditempati Filipina sebesar US$95,29 juta dan Malaysia sebesar US$64,10 juta.
BACA JUGA:
Pengamat BUMN Setujui Langkah Pemerintah Dorong DSI Benahi Tata Kelola Ekspor - ibukotakini.com
Kadin Sebut DSI Berpotensi Kurangi Under-Invoicing dan Dongkrak Ekonomi - ibukotakini.com
Besarnya permintaan dari Tiongkok memperlihatkan peran strategis pasar Asia dalam menopang ekspor Balikpapan, khususnya komoditas berbasis sumber daya alam dan produk industri.
Sementara itu, dari sisi impor, Nigeria menjadi negara pemasok terbesar dengan nilai US$160,01 juta. Disusul Brasil sebesar US$97,11 juta dan Guyana sebesar US$96,78 juta.
Aktivitas Industri dan Energi Masih Jadi Penggerak
Grafik perdagangan Januari 2025 hingga April 2026 menunjukkan pergerakan ekspor dan impor Balikpapan cenderung fluktuatif. Dalam beberapa bulan terakhir, impor bahkan sempat berada di atas ekspor, mencerminkan tingginya kebutuhan bahan baku, energi, dan barang penunjang aktivitas industri.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di Balikpapan sebagai kota penyangga pembangunan kawasan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang mendorong kebutuhan impor berbagai komoditas strategis.
BACA JUGA:
Bukit Asam (PTBA) Bagikan Dividen Rp2,93 Triliun - ibukotakini.com
Presiden Prabowo Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi di Layanan Kesehatan - ibukotakini.com
Secara nasional, BPS mencatat ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai US$25,30 miliar atau tumbuh 21,98 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang sektor nonmigas.
Dengan lonjakan ekspor yang mencapai hampir dua kali lipat dalam setahun, Balikpapan menunjukkan kapasitas perdagangan internasional yang semakin kuat.
Namun pekerjaan rumah terbesar masih terletak pada upaya menekan ketergantungan impor agar pertumbuhan ekspor dapat benar-benar berkontribusi pada perbaikan neraca perdagangan daerah.***
