Ratusan ponton membawa batu bara hilir mudik di Sungai Mahakam, Samarinda setiap hari.
Balikpapan

Ekspor Balikpapan Turun 30 Persen, Neraca Januari Defisit

  • Angka ini turun 30,14 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai US$732,80 juta
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan mencatat nilai ekspor melalui pelabuhan di Kota Balikpapan pada Januari 2026 sebesar US$511,94 juta. 

Angka ini turun 30,14 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai US$732,80 juta.

Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menjelaskan penurunan tersebut dipicu turunnya ekspor hasil industri pengolahan secara signifikan, dari US$375,55 juta menjadi US$182,90 juta atau merosot 51,30 persen secara bulanan.

“Akan tetapi secara tahunan (year on year) ekspor Januari 2026 masih tumbuh 9,65 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$466,88 juta,” ungkapnya pada Selasa 3 Maret 2026.

Dari sisi komoditas, ekspor terbesar berasal dari golongan hasil pertambangan senilai US$250,52 juta atau turun 11,20 persen dibanding Desember 2025.

Sementara itu, komoditas migas justru mencatat kenaikan 4,86 persen secara bulanan.

Adapun negara tujuan utama ekspor pada Januari 2026 adalah Tiongkok dengan nilai US$180,24 juta atau berkontribusi 35,21 persen terhadap total ekspor. Disusul Filipina sebesar US$80,32 juta (15,69 persen) dan Malaysia sebesar US$72,73 juta (14,21 persen).

BACA JUGA:

Emiten yang Perlu Dicermati Saat Perang di Timur Tengah - ibukotakini.com

Di sisi lain lanjutnya, nilai impor Balikpapan pada Januari 2026 tercatat US$589,79 juta atau turun tipis 0,54 persen dibandingkan Desember 2025. Namun, secara tahunan impor melonjak 59,91 persen dibanding Januari 2025.

“Impor terbesar berasal dari golongan minyak mentah senilai US$510,90 juta atau naik 27,50 persen dibanding bulan sebelumnya,” sebutnya.

Secara negara asal, Nigeria menjadi pemasok utama dengan nilai US$184,02 juta (31,20 persen), diikuti Angola sebesar US$127,09 juta (21,55 persen) dan Brazil sebesar US$64,28 juta (10,90 persen).

Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Kota Balikpapan pada Januari 2026 mengalami defisit sebesar US$77,85 juta. Sektor nonmigas mencatat surplus US$395,59 juta, sedangkan sektor migas defisit US$473,44 juta.

“Defisit ini berbanding terbalik dengan Desember 2025 dan Januari 2025 yang masih mencatat surplus neraca perdagangan,” pungkasnya. ***