Ekspor Balikpapan Turun, Neraca Dagang Tetap Surplus
Ekbis

Ekspor Balikpapan Turun, Neraca Dagang Tetap Surplus

  • Penurunan ini terutama dipicu melemahnya kinerja ekspor nonmigas, khususnya dari sektor industri pengolahan
Ekbis
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Nilai ekspor Kota Balikpapan pada November 2025 tercatat sebesar US$ 425,93 juta, turun 12,77 persen dibandingkan Oktober 2025. Penurunan ini terutama dipicu melemahnya kinerja ekspor nonmigas, khususnya dari sektor industri pengolahan.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menjelaskan bahwa secara bulanan penurunan ekspor terjadi seiring turunnya ekspor nonmigas sebesar 10,74 persen. Sektor industri pengolahan bahkan terkoreksi hingga 36,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Meski demikian, sektor pertambangan masih menjadi penopang utama ekspor Balikpapan. Pada November 2025, ekspor pertambangan mencapai US$ 248,92 juta dan justru naik 14,03 persen secara bulanan,” kata Marinda dalam keterangan resminya pada Senin (19/1/2026).

Secara kumulatif, nilai ekspor Balikpapan sepanjang Januari–November 2025 mencapai US$ 5,11 miliar, turun 11,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan pangsa 34,85 persen, disusul Filipina dan Malaysia.

BACA JUGA:

Okupansi Hotel Balikpapan Tembus 64,69 Persen - ibukotakini.com

Di sisi lain, nilai impor Balikpapan pada November 2025 tercatat US$ 390,51 juta, turun 11,78 persen dibandingkan Oktober 2025, namun secara tahunan masih tumbuh 30,75 persen. Penurunan impor bulanan didorong turunnya impor migas, sementara impor nonmigas justru meningkat.

Marinda menyebut, kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Balikpapan pada November 2025 tetap mencatat surplus sebesar US$ 35,42 juta. Surplus ini ditopang sektor nonmigas yang surplus US$ 310,24 juta, meskipun sektor migas masih mengalami defisit.

“Secara kumulatif Januari–November 2025, neraca perdagangan Balikpapan masih surplus US$ 1,14 miliar. Ini menunjukkan ketahanan sektor perdagangan luar negeri Balikpapan di tengah dinamika global,” ujar Marinda. ***