
Elnusa Punya 35.000 Node Seismik
- Perkuat Teknologi Geoscience untuk Eksplorasi Energi
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS) untuk mendukung eksplorasi energi melalui pengembangan teknologi, inovasi, dan kesiapan operasional.
Perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina itu mengintegrasikan kemampuan akuisisi, pengolahan, dan pemodelan data untuk menghasilkan gambaran bawah permukaan beresolusi tinggi (high-resolution subsurface insights).
Informasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk memahami kondisi bawah permukaan sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan eksplorasi dan engineering. Teknologi wireless dan nodal juga memberi fleksibilitas dalam akuisisi data, terutama di wilayah terpencil dengan tantangan akses.
Corporate Secretary PT Elnusa Tbk Rustam Aji mengatakan, teknologi dan inovasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan perusahaan menghadapi kebutuhan industri energi yang terus berkembang.
Menurut dia, pengembangan teknologi harus dibarengi kesiapan operasional agar dapat memberikan manfaat optimal di lapangan.
“Bagi Elnusa, teknologi dan inovasi bukan hanya menjadi bagian dari perangkat operasional, tetapi merupakan enabler dalam menghadirkan solusi energi yang semakin adaptif dan bernilai tambah,” ujar Rustam, Selasa (18/8/2026)
Elnusa, kata dia, terus mengembangkan kapabilitas teknologi sekaligus memperkuat ekosistem pendukung, mulai dari keahlian, peralatan, pengelolaan material hingga mobilisasi ke lokasi operasi.
Miliki Puluhan Ribu Channel dan Node Seismik
Untuk mendukung akuisisi data dengan karakteristik lapangan yang beragam, Elnusa memiliki portofolio teknologi yang mencakup land seismic, marine seismic, teknologi nodal, seismic drilling, sistem perekaman, Vibroseis, Ocean Bottom Nodes (OBN), hingga survei nonseismik.
Portofolio tersebut didukung lebih dari 100 set surveying, navigation and positioning, lebih dari 250 set seismic drilling, lebih dari 25.000 channel recording & cable system, sembilan Vibroseis, satu kapal seismik Indonesia, 2.000 OBN, 8.000 Onshore SmartSolo Nodes, serta 25.000 Onshore Stryde Nodes.
Pengembangan teknologi akuisisi data seismik Elnusa telah berlangsung sejak 2005. Saat itu perusahaan menggunakan Sercel 428 XL berkapasitas 20.000 channel.
Pada 2015, Elnusa menambah RT 2 Wireless Seismic System berkapasitas 2.000 channel. Kapasitas kembali diperkuat pada 2021 melalui penambahan 8.000 channel SmartSolo untuk survei di area terpencil.
Terbaru, pada 2025, Elnusa menambah 25.000 channel node STRYDE. Pengembangan tersebut memperluas pilihan teknologi perusahaan untuk akuisisi data seismik dalam berbagai kondisi operasi.
Kembangkan MiniVibro untuk Area Sulit Diakses
Dari sisi sumber getar, Elnusa memiliki Vibroseis EnviroVibe 15.000 lbs yang digunakan untuk mendukung pencitraan bawah permukaan, termasuk di area pertambangan, sub-volcanic terrain, dan kawasan perkotaan.
Elnusa juga mengembangkan MiniVibro sebagai sumber getar berukuran ringkas untuk kebutuhan geohazard dan geotechnical survey.
MiniVibro memiliki kapasitas hingga 4.000 lbs dengan rentang frekuensi 10–200 Hz. Desainnya yang ringkas dan mudah bermanuver ditujukan untuk mendukung survei di wilayah dengan keterbatasan akses.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Elnusa mengubah pengalaman dan kebutuhan lapangan menjadi solusi teknologi melalui kompetensi engineering dalam negeri.
Selain survei, teknologi Vibroseis Elnusa juga dikembangkan untuk aplikasi lain, termasuk metode Vibroseismic EOR yang ditujukan untuk mendukung peningkatan produksi dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Teknologi tersebut juga dapat menjadi alternatif sumber getar untuk survei di area pertambangan batubara dengan kompleksitas batuan tertentu.
Diperkuat Supply Chain dan Keandalan Aset
Penguatan teknologi Elnusa juga ditopang ekosistem supply chain yang terintegrasi. Salah satunya melalui Warehouse Elnusa BSD yang menangani penerimaan, penyimpanan, manajemen persediaan hingga mobilisasi material dan peralatan ke lokasi kerja.
Fasilitas tersebut memiliki luas sekitar 4.505 meter persegi dan digunakan untuk memastikan kebutuhan operasional dapat dikelola secara terstruktur.
Sementara itu, fungsi Asset Reliability & Productivity menangani keandalan, ketersediaan, dan produktivitas aset melalui strategi pemeliharaan, condition monitoring, serta pengelolaan risiko.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjaga peralatan, sistem akuisisi, dan infrastruktur pendukung tetap memenuhi standar teknis, keselamatan, dan kualitas.
Elnusa menyebut penguatan GRS beserta ekosistem pendukungnya merupakan bagian dari tema “Rediscover Technology and Innovation Edge”.
Perusahaan menilai perpaduan teknologi, inovasi, keahlian engineering, kesiapan aset, dan dukungan operasional menjadi fondasi untuk menghasilkan solusi eksplorasi yang lebih tepat sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap industri energi.***
