
Emas Bangkitkan Indika Energy, Nilai Proyek Awak Mas Lebihi Kapitalisasi Pasar
- Proyek Awak Mas disebut menjadi mesin pertumbuhan baru bagi INDY
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali menjadi sorotan. Dalam tiga bulan terakhir, harga saham emiten energi ini melonjak lebih dari 63% ke level Rp2.220 per saham, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah transformasi bisnis perseroan.
Namun, lonjakan harga tersebut rupanya belum sebanding dengan potensi nilai sesungguhnya. Riset Sucor Sekuritas mengungkap bahwa satu aset emas milik INDY Proyek Emas Awak Mas di Sulawesi Selatan memiliki nilai lebih tinggi dari kapitalisasi pasar perusahaan saat ini.
Proyek Awak Mas disebut menjadi mesin pertumbuhan baru bagi INDY. Berdasarkan data Sucor Sekuritas, tambang ini memiliki cadangan sumber daya 2,3 juta ons emas, dengan 1,5 juta ons di antaranya sudah terbukti siap ditambang.
INDY menggandeng Macmahon Holding Ltd, kontraktor tambang global asal Australia, untuk menggarap proyek ini. Kerja sama tersebut dinilai memperkuat kredibilitas dan kepastian eksekusi proyek di mata investor.
Prospek Cerah: Margin Lebar di Tengah Harga Emas Tinggi
Tambang Awak Mas dijadwalkan beroperasi secara komersial pada semester II 2026. Produksi awal ditargetkan mencapai 100.000–140.000 ons per tahun.
BACA JUGA:
IKN Jadi Tuan Rumah Kalimantan Bike Week 2025 - ibukotakini.com
Dengan biaya produksi (all-in sustaining cost) sekitar US$1.600 per ons, sementara harga emas spot global stabil di atas US$3.600 per ons, potensi margin keuntungan INDY terlihat sangat tebal.
Sucor Sekuritas memperkirakan kontribusi emas akan mendongkrak kinerja keuangan INDY mulai 2026.
Analis Yoga Ahmad Gifari memproyeksikan laba bersih INDY mencapai US$20 juta pada 2026 melonjak 311% dibanding tahun sebelumnya. Setahun berikutnya, laba diperkirakan melejit menjadi US$122 juta, hampir seluruhnya ditopang oleh kontribusi tambang emas Awak Mas.
Valuasi Aset Emas Lebihi Harga Saham
Inilah yang disebut anomali valuasi. Menurut hitungan Sucor Sekuritas, nilai bisnis emas INDY mencapai US$911 juta, atau sekitar Rp2.800 per saham.
Artinya, nilai proyek emas saja sudah melampaui harga saham INDY di pasar yang masih bertengger di kisaran Rp2.200-an.
Pasar dinilai belum sepenuhnya menghargai potensi emas INDY, menjadikannya peluang menarik bagi investor yang mencari saham undervalued. ***
