
Empat Anak Muda Disebut Berpotensi Jadi Calon Wali Kota Balikpapan 2029
- Rekam Jejak dan Integritas Lebih Penting
Politik
IBUKOTAKINI.COM – Bursa calon pemimpin Balikpapan untuk Pilkada 2029 mulai menjadi perhatian. Wali Kota Balikpapan 2011-2021, Rizal Effendi, menyebut empat anak muda berpotensi masuk dalam bursa calon pemimpin Kota Balikpapan pada masa mendatang.
Keempat nama tersebut adalah Glenn Aringga Nirwan, Adam Dustin Bhakti, Noval Asfihani, dan Malvin Ardento Chandra.
Dalam catatannya berjudul “Jejak 4 Anak Muda”, Rizal mengatakan keempatnya setidaknya memiliki peluang untuk maju sebagai calon wakil wali kota pada Pilwali Balikpapan 2029.
Rizal menilai peluang generasi muda semakin terbuka setelah Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyatakan tidak akan ada pencalonan istrinya, Hj Nurlena Mas’ud, pada Pilwali 2029.
BACA JUGA:
Wali kota Balikpapan Rahmad Mas'ud Bantah Istri akan Maju Pilkada
Pernyataan itu disampaikan Rahmad saat Rapimkot I Kadin Balikpapan di Hotel Platinum, Senin (10/8/2026).
“Bapak ibu sekalian yang mau maju, silakan, termasuk yang muda-muda,” kata Rahmad seperti dikutip Rizal dalam catatannya.
Menurut Rizal, pernyataan tersebut menunjukkan terbukanya ruang bagi siapa saja yang ingin maju dalam kontestasi politik Balikpapan 2029, termasuk kalangan anak muda.
Empat Nama yang Disebut Rizal
Rizal menyebut keempat sosok tersebut memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan telah memiliki aktivitas di berbagai organisasi maupun kegiatan sosial dan olahraga.
Glenn Aringga Nirwan, 35 tahun, merupakan putra pengusaha Roy Nirwan. Glenn dipercaya memimpin PT BRM Pile, perusahaan yang memproduksi tiang pancang dan beton pracetak di kawasan Kariangau.
Glenn juga pernah menjadi Ketua HIPMI Kota Balikpapan. Ia dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif dan pernah mengikuti berbagai kejuaraan reli.
Rizal mengaku pernah meminta Glenn menjadi Ketua Panitia HUT Kota Balikpapan ketika dirinya menjabat wali kota.
BACA JUGA:
KADIN Balikpapan Dorong Pengusaha Lokal Jadi Pelaku Utama Pembangunan IKN
Menurut Rizal, Glenn mampu berkoordinasi dengan jajaran kepala organisasi perangkat daerah meski usianya relatif muda.
Nama kedua adalah Adam Dustin Bhakti, 39 tahun. Adam merupakan Ketua BPC HIPMI Balikpapan periode 2024-2027 sekaligus CEO Lexa Event yang bergerak di bidang event organizer, industri kreatif dan catering.
Adam juga dipercaya memimpin Esports Indonesia (ESI) Balikpapan.
Rizal menyoroti pengalaman Adam menangani berbagai kegiatan berskala nasional, termasuk sejumlah kegiatan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
BACA JUGA:
IIMS Garage Balikpapan 2025 Resmi Dibuka, Industri Otomotif Kalimantan
Perusahaannya juga dipercaya menangani salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan.
Nama ketiga adalah Noval Asfihani, 38 tahun, yang kini menjabat Ketua Kadin Balikpapan periode 2026-2031.
Noval merupakan putra H Asfia Achmad dan dipercaya menjadi CEO PT Karunia Armada Indonesia serta pemilik Karunia Group.
Rizal juga menyinggung kedekatan Noval dengan Wali Kota Rahmad Mas’ud dalam sejumlah kegiatan Kadin Balikpapan.
BACA JUGA:
Nama keempat adalah Malvin Ardento Chandra, 41 tahun.
Malvin sebelumnya menjadi anggota DPRD Balikpapan periode 2014-2019 dari Partai Gerindra. Ia juga pernah menjadi Ketua Pengkot Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Balikpapan.
Malvin sempat terpilih sebagai Bendahara KONI Balikpapan. Namun, ia kemudian mengundurkan diri karena memilih fokus memimpin Pengprov Indonesia Cycling Federation (ICF) Kaltim.
Polling Media Sosial: Glenn Unggul
Rizal juga menyinggung polling yang dilakukan akun Instagram balikpapanfolks untuk mengukur popularitas empat nama tersebut.
Dalam polling tersebut, Glenn berada di posisi teratas dengan 54 persen suara.
Sementara Adam memperoleh 18 persen, sedangkan Malvin dan Noval masing-masing mendapatkan 14 persen.
Meski demikian, Rizal mengingatkan bahwa dirinya tidak mengetahui tingkat validitas polling tersebut.
BACA JUGA:
“Paling tidak bisa memberikan gambaran sekilas kepada kita mana sosok yang paling mumpuni dari keempat anak muda tersebut,” tulis Rizal.
Kenapa Baru Disebut Calon Wawali?
Rizal juga menjawab kritik warganet yang mempertanyakan mengapa empat anak muda tersebut hanya disebut sebagai calon wakil wali kota, bukan calon wali kota.
Menurut dia, menjadi wakil wali kota terlebih dahulu dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan kematangan dalam memimpin pemerintahan kota.
Rizal sendiri pernah memulai karier kepemimpinannya sebagai wakil wali kota mendampingi Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid sebelum kemudian menjadi wali kota selama dua periode.
“Untuk latihan dan kematangan memimpin kota,” tulis Rizal.
Namun, Rizal menegaskan bahwa siapa pun dari empat tokoh tersebut memiliki peluang untuk menjadi wali kota jika mendapat kepercayaan masyarakat.
Rizal: Rekam Jejak dan Integritas Lebih Penting
Di balik munculnya nama-nama muda tersebut, Rizal menilai tantangan terbesar dalam mencari pemimpin Balikpapan bukan sekadar popularitas atau kekuatan finansial.
Ia mengingatkan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap calon pemimpin berlatar belakang pengusaha yang berpotensi membawa kepentingan bisnis ke dalam pemerintahan.
Rizal juga menyinggung persoalan oligarki dan politik uang yang menurutnya menjadi tantangan dalam proses demokrasi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya rekam jejak dan integritas calon pemimpin.
“Menurut saya, siapapun bisa saja dipilih menjadi pemimpin kota. Yang penting rekam jejaknya terukur dan lurus hatinya,” tulis Rizal.
Ia mengatakan keempat anak muda yang disebutnya sejauh ini memiliki nama yang cukup baik. Rizal mengaku pernah bergaul dengan mereka dan menilai rata-rata memiliki sifat rendah hati serta suka berteman.
Namun, ia memberikan pesan penting apabila kelak mereka benar-benar masuk ke dunia politik dan memperoleh kekuasaan.
“Yang penting rekam jejaknya terukur dan lurus hatinya,” demikian penegasan Rizal.
Dengan pernyataan Rahmad Mas’ud yang membuka peluang bagi generasi muda dan munculnya empat nama yang disebut Rizal Effendi, dinamika menuju Pilwali Balikpapan 2029 berpotensi semakin menarik.
Meski masih jauh dari tahapan resmi pencalonan, nama-nama tersebut mulai diperbincangkan sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di Kota Minyak.***
