Event lari di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Samarinda

Event Olahraga Modern dan Tradisional di IKN, Tunggu Instruksi Menpora

  • Dispora Kaltim siap menjadi tuan rumah event olahraga berskala nasional
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah event olahraga berskala nasional di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara (PPU). 

Namun, pelaksanaannya masih menunggu instruksi resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK), menyebutkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali membicarakan rencana tersebut dengan Menpora RI, Ario Bimo Nandito Ariotedjo (Dito Ariotedjo), saat kunjungan kerja ke Samarinda. 

Kendati demikian, detail teknis seperti nama, konsep, dan jadwal event masih menunggu keputusan final dari Kemenpora.

“Dispora Kaltim siap melaksanakan event di IKN. Kami sudah berbicara dengan Menpora, tinggal menunggu kepastian tanggal dari Kemenpora untuk menjadi tuan rumah,” jelas Agus saat ditemui di kawasan GOR Kadrie Oening, Samarinda.

Menurut Agus, IKN sangat ideal untuk berbagai kegiatan olahraga karena mengusung konsep green smart city yang ramah lingkungan sekaligus modern. Event olahraga yang bisa digelar di antaranya lomba lari massal seperti Nusantara Run, senam sehat, jalan sehat, gowes nusantara, hingga golf.

Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK), dan Menpora RI, Ario Bimo Nandito Ariotedjo (Dito Ariotedjo). 

“Lokasi IKN memang didesain untuk ruang terbuka hijau. Sangat cocok untuk event olahraga modern berskala nasional maupun internasional,” tambahnya.

Selain olahraga modern, Dispora Kaltim juga mendorong agar event di IKN mengakomodasi olahraga tradisional khas Kalimantan. Misalnya lomba sumpit, gasing, egrang, belango, sepak sawut, dan panahan tradisional.

“Olahraga tradisional bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana melestarikan budaya lokal. Misalnya sumpit Dayak, itu olahraga penuh konsentrasi yang tak kalah bergengsi dibanding cabang olahraga modern,” kata Agus.

Agus menekankan, olahraga tradisional harus mendapat tempat yang sama dengan cabang modern dalam ajang resmi. Selain bernilai budaya, olahraga ini membangun karakter, melatih konsentrasi, serta menggunakan peralatan ramah lingkungan dari bahan alam.

“Kalau olahraga tradisional sering dipertandingkan, otomatis para peserta akan rajin berlatih. Dari sinilah nilai budaya akan semakin membumi di masyarakat,” terangnya.

Dispora Kaltim berharap, event olahraga di IKN nantinya dapat berjalan tertib dengan menjunjung tinggi sportivitas. Perpaduan olahraga modern dan tradisional diyakini akan menjadikan event lebih meriah, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di panggung nasional.

“Pada prinsipnya, kami siap. Tinggal menunggu instruksi resmi dari Kemenpora untuk pelaksanaan,” pungkas Agus. (ADV)