
Festival Kemudahan dan Pelindungan UMKM, Peluang Usaha Naik Kelas
- Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah UMKM binaan dengan menghadirkan berbagai layanan yang terintegrasi dalam satu kegiatan.
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan resmi membuka Festival Kemudahan dan Pelindungan UMKM 2026 pada Selasa (14/4/2026) di halaman Kantor Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP).
Kegiatan ini akan berlangsung hingga akhir April dan digelar secara bergilir di enam kecamatan.
Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma, mengungkapkan jumlah UMKM di Balikpapan saat ini telah mencapai lebih dari 98 ribu unit.
Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 460 UMKM yang terdaftar sebagai binaan atau mengikuti proses kurasi.
Melalui festival ini, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah UMKM binaan dengan menghadirkan berbagai layanan yang terintegrasi dalam satu kegiatan.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/dkumkmp-gelar-festival-layanan-di-enam-kecamatan-balikpapan
“Ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan sekaligus mengurus berbagai kebutuhan usahanya dalam satu tempat,” ungkap Heru.
Pelaksanaan festival dilakukan selama enam hari dengan jeda dua hari di setiap lokasi. Kegiatan diawali di Balikpapan Selatan, kemudian berlanjut ke kecamatan lain hingga berakhir di Balikpapan Barat.
Beragam layanan disiapkan dalam kegiatan ini, mulai dari kurasi dan pendampingan usaha, pengurusan sertifikasi halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk merek produk.
Heru mengatakan pentingnya sertifikasi halal, mengingat batas akhir kewajiban produk halal untuk usaha mikro dan kecil adalah 17 Oktober 2026.
“Ini menjadi kesempatan terakhir bagi pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman, untuk mengurus sertifikasi halal,” jelasnya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/harga-plastik-naik-umkm-balikpapan-masih-aman-ini-faktanya
Selain itu, tersedia pula layanan pengurusan izin usaha, keamanan pangan seperti PIRT dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga pemeriksaan kesehatan bagi pelaku usaha.
Festival ini juga membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk masuk ke pasar pengadaan pemerintah melalui e-katalog versi 6, khususnya bagi produk yang telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Melalui e-katalog, produk UMKM bisa diakses oleh OPD. Ini peluang besar untuk memperluas pasar,” tambahnya.
Dengan konsep layanan terpadu, festival ini diharapkan mampu mendekatkan akses layanan kepada pelaku usaha sekaligus mendorong UMKM naik kelas dan lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas. ***
