Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU Muhajir
Penajam

Fiskal PPU Terbatas, Pemkab Kejar Anggaran Pusat untuk Empat Program

  • Pemkab PPU kini aktif mengusulkan sejumlah program kepada pemerintah pusat agar kebutuhan infrastruktur dan ketahanan pangan tetap berjalan
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Keterbatasan ruang fiskal membuat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencari pola baru untuk membiayai pembangunan. 

Pemkab PPU kini aktif mengusulkan sejumlah program kepada pemerintah pusat agar kebutuhan infrastruktur dan ketahanan pangan tetap berjalan.

Sedikitnya empat usulan disiapkan, yakni pembangunan jembatan penghubung antardesa, jaringan irigasi, sumur bor, serta pemanfaatan embung untuk mendukung kebutuhan air dan ketahanan pangan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU Muhajir mengatakan, langkah tersebut merupakan arahan Bupati PPU Mudyat Noor. Perangkat daerah diminta aktif mencari alternatif pembiayaan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Kalau kita hanya pasrah dengan kondisi daerah, ya begini-begini saja. Karena itu, beliau sedang getol untuk mengusulkan alokasi-alokasi yang ada di pusat,” ungkap Muhajir, pada Kamis (03/09/2026).

Menurut Muhajir, pemerintah pusat masih memberikan ruang bagi daerah untuk mengusulkan program yang membutuhkan dukungan anggaran. 

“Kesempatan itu dimanfaatkan Pemkab PPU dengan menyusun proposal berdasarkan kebutuhan pembangunan di lapangan,” ucapnya.

BACA JUGA:

Sidak Dinas PU PPU, Disiplin ASN Jadi Arahan Wabup Abdul Waris - ibukotakini.com

Untuk program pompa air dan sumur bor, Dinas PUPR PPU berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Data kebutuhan juga dihimpun dari pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Langkah tersebut dilakukan agar usulan yang disampaikan ke pemerintah pusat memiliki basis kebutuhan yang jelas.

“Kalau yang terkait dengan pompa air dan sumur bor, kami berkolaborasi dengan Dinas Pertanian untuk meminta data. Kemudian dibantu teman-teman di kecamatan untuk meminta data dari kelurahan dan desa,” jelasnya.

Selain sumur bor, Pemkab PPU mengajukan pemanfaatan dua embung, yakni Embung Buluminung dan Embung Jenebora.

Kedua embung tersebut berada di kawasan bekas tambang dan kawasan Yonif Teritorial. Proposal pemanfaatannya kini diperbarui dengan melengkapi sejumlah data teknis.

Dinas PUPR juga berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Danum Taka untuk menyiapkan data pendukung terkait rencana pemanfaatan sumber air tersebut.

BACA JUGA:

Bupati PPU dan Warga Shalat Istisqa, Berdoa Minta Hujan - ibukotakini.com

Infrastruktur Jadi Sasaran Usulan Anggaran Pusat

Upaya mendapatkan dukungan anggaran tidak hanya dilakukan melalui kementerian teknis. Pemkab PPU juga menjajaki dukungan dari lembaga pemerintah pusat lainnya.

Salah satunya Kementerian Pertahanan, terutama untuk program infrastruktur yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

Pembangunan jembatan penghubung antardesa menjadi salah satu program yang diusulkan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, mobilitas masyarakat, sekaligus aktivitas ekonomi.

Ia menambahkan strategi mencari sumber pembiayaan di luar APBD menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU menghadapi ruang fiskal yang terbatas. 

“Dengan mengajukan program ke pemerintah pusat, sejumlah kebutuhan pembangunan di daerah diupayakan tetap masuk dalam skema dukungan anggaran nasional,” pungkasnya. (ADV)