
FKUI dan Gunadarma Hadirkan Pascasarjana hingga Riset Kesehatan di IKN
- Basuki: Ini yang Bikin Hidup
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lagi sekadar mengebut beton dan infrastruktur fisik. Menyongsong masa depan pusat pemerintahan baru, ekosistem perkotaan mulai dihidupkan lewat pengisian sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi, salah satunya melalui ekspansi pendidikan tinggi dan pusat riset kesehatan terpadu.
Langkah masif ini ditandai dengan digelarnya Nusantara Health & Academic Summit (NHAS) 2026 di KIPP Nusantara, Kamis (5/11/2026).
Ajang strategis ini merupakan buah kolaborasi antara Otorita IKN bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Universitas Gunadarma.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut antusias kehadiran institusi pendidikan tinggi tersebut untuk mengisi ruang-ruang kosong perkotaan agar hidup dan berinteraksi secara nyata.
"Hari ini, hari yang paling bahagia buat saya. Saya ini sebagai wadahnya saja, yang mengisi itu manusianya untuk bisa berinteraksi. Terima kasih kepada Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia yang telah mengadakan launching ini," ungkap Basuki penuh semangat.
BACA JUGA:
Produksi Jagung Kaltim 2026 Diprediksi Anjlok 31 Persen, Ini Datanya - ibukotakini.com
Dalam hajatan akademik yang berlangsung pada 5–7 November 2026 ini, FKUI dan Universitas Gunadarma resmi meluncurkan tiga pilar program strategis untuk memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan di IKN.
- Pusat Pendidikan, Riset, dan Pemberdayaan Masyarakat FKUI di kawasan IKN.
- Program S2 dan S3 Ilmu Biomedik FKUI Kelas Bauran Khusus IKN untuk memperluas akses pendidikan tingkat lanjut bagi tenaga medis dan peneliti.
- Pembukaan Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Gunadarma untuk Tahun Akademik 2027/2028.
Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Muhammad Najib, menjelaskan bahwa kehadiran kampus-kampus besar harus mampu melahirkan sistem kesehatan percontohan.
"Pak Bas menyiapkan wadahnya, kampus-kampus itu memberikan tidak hanya software-nya tetapi implementasi melahirkan sistem kesehatan yang dapat menjadi percontohan. Kita ingin suatu hari IKN menjadi pusat pengembangan keilmuan dan pendidikan," ujar Najib.
BACA JUGA:
Atasi Kekeringan Lahan Pertanian, Balikpapan Buat 12 Sumur Bor - ibukotakini.com
Senada dengan hal tersebut, Dekan FKUI Anna Rozaliyani, menyebut tolok ukur keberhasilan kolaborasi ini bukan sebatas lembaran MoU, melainkan dampak langsung bagi masyarakat.
"Keberhasilan kolaborasi bukan diukur dari banyaknya dokumen yang kita tandatangani, tetapi dari karya yang dihasilkan, persoalan yang diselesaikan, dan kehidupan masyarakat yang diperbaiki," tegas Anna.
Dukungan lintas sektor juga datang dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian PPN/Bappenas. Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menyoroti bahwa pembangunan manusia lewat riset dan inovasi teknologi kesehatan adalah harga mati bagi IKN.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menambahkan bahwa transformasi IKN harus bertumpu pada penguatan ekosistem sosial demi mengawal visi besar Indonesia Emas 2045. ***
