
Gerakan Pangan Murah Digelar, Ada Beras Hingga LPG 3 Kg
- Kolaborasi 17 distributor & BI, harga beras, cabai, telur di bawah pasar hingga LPG 3 Kg
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan memastikan Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar selama tiga hari untuk menekan lonjakan harga pangan akibat kemarau panjang.
Gerakan Pangan murah dilaksanakan mulai 21-13 Oktober 2026 di halaman Balaikota Balikpapan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih, menjelaskan GPM merupakan upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan.
"Tagline-nya adalah Gerakan Pangan Murah. Ini adalah upaya Pemkot Balikpapan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di saat harga-harga pangan sedang naik karena kemarau panjang," ucap Sri Wahyuningsih disela pembukaan Gerakan Pangan Murah pada Rabu, 21 Oktober 2026.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/harga-naik-pemkot-balikpapan-gelar-gerakan-pangan-murah
Ia menyebut, kegiatan ini sejalan dengan arahan Badan Pangan Nasional yang meminta seluruh pemerintah daerah menggelar GPM serentak.
"Arahan dari Badan Pangan Nasional, seluruh pemerintah daerah diminta melakukan aksi GPM serentak hari ini dan besok. Untuk Kota Balikpapan, kami selenggarakan tiga hari, hari ini, besok, dan lusa," jelasnya.
Menurut Sri, durasi tiga hari dipilih agar dampaknya lebih terasa bagi masyarakat.
"Kalau hanya dilakukan satu atau dua hari, efeknya tidak terlalu terasa," katanya.
Sri menambahkan, Pemkot berkolaborasi dengan Bank Indonesia melalui TPID serta bersinergi dengan para distributor dan petani lokal.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/jaga-harga-pangan-gerakan-pangan-murah-hadir-di-balikpapan
"Kami sudah berkolaborasi dengan Bank Indonesia, TPID. Kami juga bersinergi dengan para distributor pangan yang ada di Balikpapan. Ada sekitar 17 unsur distributor pangan dan juga para petani cabai," ungkapnya.
Kolaborasi ini difokuskan untuk komoditas yang harganya sedang tinggi, seperti cabai dan telur.
"Saat ini cabai dan telur memang sedang tinggi harganya," ujarnya.
Sri menegaskan, Kepala Daerah telah menerbitkan surat kepada para pelaku usaha agar harga di GPM berada di bawah harga pasar.
"Pimpinan sudah menerbitkan surat kepada para pelaku usaha pangan yang berkontribusi di GPM. Harga yang disajikan harus di bawah harga pasar, paling tidak sama dengan harga distributor atau harga di tingkat petani," tegas Sri.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/inflasi-kaltim-september-2026-tembus-3-98-persen
Terkait komoditas yang dijual, Sri menyebut ada belasan jenis bahan pokok.
"Yang dijual ada sembako, sayur, dan buah. Untuk sembako ada beras, minyak, gula, tepung, telur, daging beku, ayam beku. Ada sekitar sebelas jenis bahan pokok penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pusat," paparnya.
Selain itu, tersedia juga cabai, buah-buahan, dan produk UMKM pangan.
Untuk memperkuat layanan, DKP3 juga menggandeng Pertamina Patra Niaga untuk penyediaan LPG.
"Termasuk LPG, kami kerja sama dengan Pertamina Patra dalam bentuk penyediaan layanan penukaran gas LPG 3 kilogram," jelasnya.
Terkait 17 distributor yang terlibat, Sri membenarkan jumlah tersebut sudah termasuk penyedia LPG.
"Ada 17 distributor, termasuk LPG," pungkasnya. ***
