
Grup Bakrie Masuk Bisnis Pengolahan Sampah Jadi Listrik
- Peran Bakrie Power di Proyek PSEL
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Grup Bakrie mulai masuk ke bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WTE).
Melalui PT Bakrie Power, grup usaha tersebut bersama Konsorsium Mentari Citra Lestari ditetapkan sebagai mitra terpilih untuk mengembangkan dan mengelola proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Surabaya Raya.
Kepastian tersebut disampaikan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan mengenai arah transisi energi Grup Bakrie melalui proyek PSEL Danantara.
Dalam penjelasannya, BNBR mengonfirmasi bahwa PT Bakrie Power yang tergabung dalam Konsorsium Mentari Citra Lestari telah ditetapkan sebagai Mitra Terpilih dalam proses seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL Tahap II.
"Sebagaimana di dalam pengumuman website resmi Danantara, PT Bakrie Power dalam Consortium Mentari Citra Lestari telah ditetapkan sebagai Mitra Terpilih dalam proses seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Tahap II," demikian penjelasapenjelasan Corporate Secretary perseroan Christofer A. Uktolseja dalam keterbukaan informasi kepada BEI.
Meski demikian, status tersebut belum berarti proyek telah sepenuhnya berjalan. BNBR menegaskan penetapan Bakrie Power sebagai mitra terpilih untuk lokasi Surabaya Raya masih bersifat bersyarat atau conditional dan harus memenuhi seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.
"PT Bakrie Power (Consortium Mentari Citra Lestari) sebagai mitra terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah persyaratan dalam conditional letter of award dipenuhi sepenuhnya," jelas Christofer A. Uktolseja.
Alasan Grup Bakrie Masuk Bisnis Waste to Energy
Manajemen BNBR melihat bisnis PSEL sebagai peluang diversifikasi usaha yang memiliki prospek jangka panjang.
Bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik dinilai sejalan dengan tren global menuju transisi energi dan ekonomi sirkular. Selain itu, bisnis tersebut dianggap memiliki keterkaitan dengan pengalaman Bakrie Power dalam membangun pembangkit listrik untuk PLN maupun pasar business to business (B2B).
"Manajemen memandang bisnis Waste to Energy (PSEL) ini sebagai salah satu peluang diversifikasi bisnis yang memiliki prospek menjanjikan dalam jangka panjang, didukung oleh tren global menuju transisi energi dan ekonomi sirkular," ungkap manajemen BNBR.
Bakrie Power Gandeng Dua Mitra
Dalam proyek PSEL Surabaya Raya, Bakrie Power bergabung dalam Konsorsium Mentari Citra Lestari bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited.
BNBR menilai kedua perusahaan tersebut memiliki kompetensi untuk merencanakan, membangun, dan mengoperasikan fasilitas PSEL.
Acritas disebut memiliki pengalaman dalam pembangunan proyek sejenis di Surabaya. Sementara SUS Indonesia akan berperan sebagai technology provider dengan kapabilitas teknis serta portofolio penyediaan teknologi dan implementasi proyek sejenis di China dan sejumlah negara lainnya.
"PT Acritas Karya Persada (Acritas) dan SUS Indonesia Holding Limited (SUS Indonesia) adalah mitra yang kompeten untuk dapat merencanakan, membangun, dan mengoperasikan PSEL. Kedua perusahaan ini memiliki track record yang baik dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik," kata manajemen BNBR.
Nilai Investasi Bakrie Power Belum Ditentukan
Meski telah ditetapkan sebagai mitra terpilih, BNBR belum dapat mengungkapkan nilai investasi yang akan menjadi porsi Bakrie Power dalam konsorsium tersebut.
Perusahaan juga belum dapat memastikan apakah nilai investasi Bakrie Power akan mencapai atau melebihi 20% dari ekuitas BNBR.
"Estimasi nilai investasi belum dapat ditentukan dikarenakan saat ini PT Bakrie Power bersama anggota konsorsium dan Danantara masih dalam tahap akan melaksanakan studi kelayakan untuk mengevaluasi aspek teknis, komersial dan finansial proyek PSEL," jelas BNBR.
Artinya, besaran investasi Grup Bakrie dalam proyek tersebut masih menunggu hasil feasibility study atau studi kelayakan.
Skema Bagi Hasil Masih Dibahas
Hal serupa berlaku untuk skema bagi hasil antara masing-masing anggota konsorsium dengan BPI Danantara.
BNBR menyebut skema bagi hasil belum ditetapkan dan masih akan dibahas dalam proses negosiasi Sponsor Agreement setelah studi kelayakan selesai.
"Ketentuan mengenai skema bagi hasil akan dibahas dan disepakati oleh para pihak dalam proses negosiasi dokumen Sponsor Agreement setelah studi kelayakan (feasibility study) selesai dilaksanakan," kata manajemen.
Pembahasan skema tersebut nantinya akan mempertimbangkan hasil studi kelayakan, struktur investasi, alokasi risiko, serta kesepakatan para pihak.
Ini Peran Bakrie Power di Proyek PSEL Surabaya Raya
Sebagai anggota konsorsium, Bakrie Power akan terlibat dalam sejumlah aspek pengembangan proyek PSEL Surabaya Raya.
Peran tersebut mencakup partisipasi dalam proses pemilihan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), mendukung technology provider dalam pemenuhan ketentuan komponen lokal, serta mendukung kegiatan operasi dan pemeliharaan atau Operation and Maintenance (O&M) setelah proyek beroperasi.
Selain itu, Bakrie Power akan berpartisipasi dalam pendanaan proyek dan melakukan koordinasi serta komunikasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat lokal untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.
Jadwal Konstruksi dan Operasi Belum Ditentukan
Proyek PSEL Surabaya Raya masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum memasuki fase konstruksi.
Konsorsium bersama Danantara akan melaksanakan tahapan lanjutan yang mencakup aspek teknis, komersial, perizinan, dan pembiayaan.
Mitra terpilih juga wajib memenuhi persyaratan menuju Final Letter of Award, termasuk menyusun feasibility study yang dapat diterima kedua pihak, memfinalisasi struktur proyek, membentuk perusahaan patungan atau Joint Venture (JV), menyelesaikan dokumen komersial, serta memperoleh persetujuan pembiayaan.
"Jadwal pembangunan dan target operasi komersial akan ditentukan pada saat penyusunan feasibility study tersebut di atas. PT Bakrie Power berkomitmen untuk mendukung target COD yang direncanakan oleh Danantara," ungkap BNBR.
Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai kapan konstruksi proyek PSEL Surabaya Raya akan dimulai dan kapan fasilitas tersebut mulai beroperasi secara komersial.
Belum Ada Proyeksi Kontribusi Pendapatan BNBR
Masuknya Grup Bakrie ke bisnis WTE juga belum dapat langsung dihitung sebagai sumber pendapatan baru bagi BNBR.
Perusahaan menyatakan belum dapat memberikan estimasi kontribusi pendapatan maupun laba bersih proyek PSEL terhadap kinerja Bakrie Power maupun BNBR secara keseluruhan.
Hal ini karena Konsorsium Mentari Citra Lestari masih harus memenuhi berbagai persyaratan menuju Final Letter of Award, menjalani proses studi teknis dan komersial, serta membentuk perusahaan JV dengan pihak yang ditunjuk Danantara.
Proses tersebut nantinya akan menentukan porsi kepemilikan saham masing-masing pihak dalam perusahaan patungan.
"PT Bakrie Power belum dapat menyampaikan estimasi kontribusi pendapatan maupun laba bersih dari fasilitas pengolahan sampah menjadi energi terhadap pendapatan dan laba bersih PT Bakrie Power maupun Perseroan secara keseluruhan," jelas manajemen.
BNBR Belum Lihat Dampak Material ke Saham
Di tengah kabar masuknya Grup Bakrie ke bisnis pengolahan sampah menjadi listrik, BNBR menyatakan hingga penyampaian tanggapan tersebut tidak terdapat informasi, fakta material, atau kejadian penting lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan.
Dengan status proyek yang masih bersyarat, nilai investasi yang belum ditentukan, serta jadwal konstruksi dan operasi komersial yang masih menunggu studi kelayakan, proyek PSEL Surabaya Raya masih berada dalam tahap awal pengembangan.
Bagi BNBR, proyek ini menjadi langkah diversifikasi ke sektor transisi energi dan ekonomi sirkular. Namun, bagi investor saham BNBR, dampak finansial proyek terhadap pendapatan dan laba perusahaan masih belum dapat dihitung hingga seluruh tahapan proyek dan struktur investasi ditetapkan.***
