Gubernur Rudy Mas’ud: Kaltim Punya 293 Ribu UMKM, Siap Naik Kelas dan Ekspor
UMKM

Gubernur Rudy Mas’ud: Kaltim Punya 293 Ribu UMKM, Siap Naik Kelas dan Ekspor

  • Hingga 31 Desember 2025, Kalimantan Timur memiliki 293.525 unit UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota
UMKM
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui penguatan legalitas, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar ekspor.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Provinsi Kaltim Rudy Mas’ud saat Pembukaan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro Tahun 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (17/6/2026).

Dalam sambutannya, Rudy mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, Kalimantan Timur memiliki 293.525 unit UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Jumlah tersebut terdiri atas 291.947 usaha mikro, 1.293 usaha kecil, dan 280 usaha menengah.

"UMKM telah membuktikan diri sebagai penopang ekonomi yang tangguh. Ketika berbagai sektor terdampak gejolak ekonomi, UMKM tetap mampu bertahan dan menjadi penggerak ekonomi daerah maupun nasional," kata Rudy.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor UMKM tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah pelaku usaha, tetapi juga dari peningkatan omzet, daya saing, dan kesejahteraan para pelaku usaha.

BACA JUGA:

Penyaluran KUR di Kaltim Capai Rp1,92 Triliun, Kukar Jadi Penerima Terbesar - ibukotakini.com

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyiapkan sejumlah program prioritas untuk mempercepat transformasi UMKM pada 2026.

Program tersebut meliputi pemberdayaan dan perlindungan koperasi, pengembangan UMKM berbasis ekspor, fasilitasi sertifikasi usaha, peningkatan literasi digital, hingga penguatan kemitraan usaha.

Pemprov Kaltim juga menargetkan pembinaan sedikitnya 100 UMKM berorientasi ekspor melalui berbagai pelatihan dan business matching dengan pasar internasional.

Selain itu, pemerintah daerah melanjutkan program pemberdayaan terhadap 1.050 UMKM sepanjang 2025-2026, termasuk pelatihan kewirausahaan, kuliner, barista, digital printing, menjahit, hingga sertifikasi kompetensi.

Untuk mendukung pertumbuhan UMKM dalam jangka panjang, Pemprov Kaltim juga tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis.

BACA JUGA:

Kaltim Daerah Pertama Penyelenggaraan Festival UMKM Tahun 2026 - ibukotakini.com

Salah satunya pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) dan kawasan industri yang akan dikembangkan di Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk fasilitas pengolahan pakan ternak dan sektor pangan.

Selain itu, program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) akan diperluas ke seluruh 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Setelah dimulai di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara pada 2025, program tersebut akan dilanjutkan ke Bontang, Penajam Paser Utara, Berau, dan daerah lainnya sepanjang 2026.

Pemprov Kaltim juga menyiapkan pembangunan pusat distribusi provinsi untuk memperkuat rantai pasok dan memperluas akses pasar produk UMKM lokal.

Rudy menilai tantangan yang dihadapi UMKM ke depan semakin kompleks seiring perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

BACA JUGA:

Besok, UMKM Balikpapan Bisa Urus NIB hingga Sertifikasi Halal Gratis - ibukotakini.com

Karena itu, pelaku usaha didorong untuk bertransformasi dari usaha tradisional menjadi usaha modern yang memanfaatkan teknologi digital.

"UMKM harus naik kelas, dari yang belum memiliki legalitas menjadi tertib administrasi, dari yang masih konvensional menjadi berbasis digital, serta dari usaha yang sekadar bertahan menjadi usaha yang mampu berkembang dan membuka lapangan kerja baru," ujarnya.

Ia juga meminta seluruh kepala daerah di Kalimantan Timur untuk terus berpihak kepada UMKM melalui kebijakan yang mendukung kemudahan usaha, akses permodalan, dan perluasan pasar.

Penguatan UMKM akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pengurangan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau UMKM naik kelas, ekonomi daerah akan semakin kuat, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat," pungkasnya. ***