
Gulirkan Tiga Program, TP PKK Balikpapan Luncurkan Griya Digital
- TP PKK Balikpapan luncurkan Griya Digital, dan gandeng Pegadaian untuk kelola sampah lewat program bank sampah
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan terus memperluas cakupan gerakannya, mulai dari penguatan tata kelola lingkungan keluarga hingga merambah ruang digital dan pengelolaan lingkungan.
Dalam langkah proaktifnya, TP PKK Balikpapan sekaligus menggulirkan tiga program utama: meluncurkan Griya Digital PKK, membagikan masker kepada masyarakat di tengah kualitas udara yang memburuk, serta menjalin kemitraan strategis dengan PT Pegadaian melalui Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI).
Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, menjelaskan bahwa rangkaian program ini dirancang agar organisasi PKK semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman.
Program pertama berfokus pada pembenahan internal organisasi melalui peluncuran Griya Digital PKK. Inovasi ini dirancang untuk mengubah sistem administrasi organisasi yang sebelumnya konvensional menjadi serba digital.
“Melalui Griya Digital PKK, kita mulai melakukan digitalisasi administrasi, khususnya persuratan. Ke depan, sistem ini akan dikembangkan untuk pendataan, enam buku wajib PKK, dan administrasi lainnya,” kata Nurlena, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, langkah digitalisasi ini tidak hanya memangkas penggunaan kertas (paperless), tetapi juga menata arsip agar lebih rapi serta memudahkan penyimpanan dan pencarian data saat terjadi pergantian kepengurusan.
BACA JUGA:
Kualitas Udara Tidak Sehat, PKK Balikpapan Bagi 5.000 Masker di Jalan - ibukotakini.com
“Oleh karena itu, ksmi mendorong seluruh kader PKK di tingkat kecamatan hingga kelurahan agar aktif menguasai teknologi guna menciptakan administrasi organisasi yang tertib, cepat, dan efisien,” ujarnya.
Tidak berhenti pada digitalisasi, TP PKK Balikpapan juga menggebrak sektor kebersihan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi melalui kerja sama pengelolaan sampah bersama PT Pegadaian dan FORSEPSI.
Kolaborasi ini menitikberatkan pada pembiasaan memilah sampah dari rumah serta pengembangan bank sampah di tengah masyarakat. Menurut Nurlena, perempuan dan lingkungan keluarga memegang kunci utama dalam membentuk perilaku peduli lingkungan.
“Saya mengajak seluruh kader PKK menjadi pelopor pemilahan sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik, dan menggerakkan bank sampah di lingkungan masing-masing,” tandasnya.
Melalui skema yang tepat, sampah yang telah dipilah tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat dikonversi menjadi tabungan emas melalui program PT Pegadaian. Pihaknya berharap gerakan ini berhasil memadukan pelestarian lingkungan dengan peningkatan ekonomi keluarga.
“Harapannya seluruh program sinergi ini dapat dijalankan secara konsisten oleh para kader hingga memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Balikpapan,” tutup Nurlena. (Adv-Diskominfo Balikpapan)
