Hadapi Kemarau, Distan PPU Salurkan 20 Pompa Air ke Sawah
Penajam

Hadapi Kemarau, Distan PPU Salurkan 20 Pompa Air ke Sawah

  • Kemarau di PPU menyebabkan 13,5 hektare sawah mengalami puso
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

 IBUKOTAKINI.COM - Kemarau mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sedikitnya 13,5 hektare lahan sawah tercatat mengalami gagal panen total atau puso akibat kekeringan.

Dinas Pertanian (Distan) PPU mencatat, dampak kekeringan hingga Agustus 2026 telah menyasar sekitar 242 hektare lahan sawah. Kondisinya bervariasi, mulai kategori ringan, sedang, berat, hingga puso.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Distan PPU Gunawan mengatakan, luas baku sawah di PPU mencapai 7.508 hektare berdasarkan SK ATR/BPN. Sementara realisasi tanam tahunan rata-rata berada di kisaran 6.800 hektare.

“Dari laporan per Agustus, ada sekitar 242 hektare lahan sawah yang sempat terdampak dengan berbagai kategori, mulai dari ringan, sedang, berat, hingga puso. Untuk yang dipastikan mengalami puso itu seluas 13,5 hektare, sedangkan 17 hektare lainnya masuk kategori terancam,” jelas Gunawan, pada Jumat (18/9/2026).

Lahan sawah yang mengalami puso tersebar di dua kecamatan yang menjadi sentra pangan PPU. Di Kecamatan Babulu, tepatnya Desa Babulu Darat, terdapat 6 hektare sawah yang mengalami puso.

Sedangkan di Kecamatan Waru, lahan yang puso tercatat di Kelurahan Waru seluas 4 hektare dan Desa Sasulu 2,5 hektare. Lahan tersebut dikelola sejumlah kelompok tani, di antaranya Poktan Panca Karya.

BACA JUGA:

Aktivasi IKD di PPU Baru 20 Persen, Disdukcapil Jemput Bola ke Wilayah Pesisir - ibukotakini.com

Menghadapi kondisi tersebut lanjut Gunawan, Distan PPU mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa pompa air. 

Bantuan diarahkan ke lokasi yang masih memiliki sumber air permukaan sehingga lahan yang terdampak kekeringan tetap dapat memperoleh pasokan air.

“Antisipasi cepat langsung kami lakukan. Bagi lahan pertanian yang masih mempunyai sumber air permukaan, kami distribusikan bantuan pompa air. Saat ini ada 20 unit pompa yang sudah disebar ke titik rawan seperti di Samuluang, Bangun Mulya, hingga kawasan Babulu,” sebut Gunawan.

Di sisi lain, kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir memberikan harapan bagi lahan yang masih terancam gagal panen. Gunawan menyebut curah hujan di sejumlah wilayah mencapai lebih dari 200 milimeter.

Ia mengatakan Hujan dengan intensitas lebat tersebut diharapkan dapat memulihkan kondisi tanaman dan menjaga 17 hektare sawah yang saat ini masuk kategori terancam.

“Situasi beberapa hari ini cukup membantu karena hujan turun dengan intensitas lebat. Mudah-mudahan curah hujan yang tinggi ini bisa menyegarkan kembali tanaman dan menyelamatkan sisa lahan 17 hektare yang terancam gagal panen tersebut,” pungkasnya. (ADV)