Low Tuck Kwong masih menjadi pemegang saham mayoritas Bayan. Haji Isam belum tercatat.
Ekbis

Haji Isam Belum Masuk Daftar Pemegang Saham BYAN, Low Tuck Kwong Masih 40,25%

  • Ada Perubahan Kepemilikan Direksi dan Komisaris
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Rencana akuisisi 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Baratama yang terafiliasi dengan pengusaha Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam belum tercermin dalam daftar pemegang saham Bayan Resources per 30 September 2026.

Dalam laporan kegiatan registrasi pemegang efek yang disampaikan PT Bayan Resources Tbk kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Oktober 2026, nama PT Jhonlin Baratama belum tercatat sebagai pemegang saham utama perseroan.

Sebaliknya, Dato' Low Tuck Kwong masih tercatat memiliki 13.416.921.870 saham BYAN atau 40,251 persen dari total saham perseroan.

Sementara itu, Elaine Low tercatat menguasai 7.383.837.700 saham atau 22,202 persen. 

Sebelumnya, Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan PT Jhonlin Baratama untuk transaksi sebanyak 10.000.000.500 saham atau sekitar 30 persen saham BYAN.

Haji Isam Belum Tercatat di Daftar Pemegang Saham BYAN

Laporan Bayan Resources per 30 September 2026 menunjukkan struktur kepemilikan saham utama perseroan masih didominasi oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Selain keduanya, PT Sumber Surya Jaya Prima tercatat memiliki 3.333.380.000 saham atau 10 persen.

Sedangkan kepemilikan masyarakat mencapai 9.249.198.430 saham atau 27,747 persen.

Dengan demikian, total saham Bayan Resources yang tercatat dalam laporan mencapai 33.333.338.000 saham atau 100 persen. 

Tidak terdapat PT Jhonlin Baratama dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan 5 persen atau lebih yang ditampilkan dalam laporan tersebut.

Fakta ini menunjukkan bahwa per 30 September 2026, kepemilikan saham yang menjadi objek rencana transaksi belum tercermin sebagai kepemilikan PT Jhonlin Baratama dalam registrasi pemegang efek Bayan Resources.

Low Tuck Kwong Masih Jadi Pemegang Saham Terbesar

Posisi Low Tuck Kwong juga masih jauh di atas pemegang saham lain dalam laporan tersebut.

Dengan kepemilikan 40,251 persen, Low Tuck Kwong menjadi pemegang saham terbesar BYAN per 30 September 2026.

Di bawahnya terdapat Elaine Low dengan 22,202 persen, kemudian PT Sumber Surya Jaya Prima sebesar 10 persen.

Jika kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low digabungkan, keduanya masih menguasai sekitar 62,453 persen saham Bayan Resources berdasarkan daftar pemegang efek per 30 September 2026.

Struktur tersebut menjadi penting karena sebelumnya manajemen Bayan Resources juga menyatakan Dato' Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali perseroan setelah rencana transaksi dengan PT Jhonlin Baratama.

Transaksi 30 Persen Saham Belum Tercermin

Rencana transaksi antara Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama mencakup 10.000.000.500 saham BYAN.

Jumlah itu setara sekitar 30 persen dari seluruh saham Bayan Resources.

Namun, laporan registrasi pemegang efek yang diterbitkan 5 Oktober 2026 menggunakan posisi kepemilikan per 30 September 2026. Karena itu, laporan tersebut menggambarkan struktur pemegang saham pada tanggal tersebut dan belum menunjukkan adanya kepemilikan PT Jhonlin Baratama atas saham yang menjadi objek transaksi.

Dengan demikian, data terbaru ini memberikan gambaran bahwa setidaknya sampai posisi 30 September 2026, struktur pemegang saham BYAN masih seperti sebelum penyelesaian transaksi tersebut.

Kapan Haji Isam Resmi Memiliki 30 Persen BYAN?

Persoalan berikutnya adalah kapan transaksi tersebut benar-benar diselesaikan.

Dalam penjelasan sebelumnya kepada otoritas pasar modal, Bayan Resources menyatakan tidak mengetahui target waktu atau estimasi penyelesaian transaksi.

Perseroan juga tidak mengetahui kondisi-kondisi pendahuluan (conditions precedent) yang harus dipenuhi sebelum transaksi dapat diselesaikan maupun status pemenuhan persyaratan tersebut.

Artinya, penandatanganan CSPA tidak serta-merta berarti perpindahan 30 persen saham BYAN telah selesai.

Hal ini sejalan dengan laporan pemegang saham per 30 September 2026 yang masih menunjukkan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai pemegang saham utama.

Kronologi Rencana Akuisisi Haji Isam

Rencana pembelian saham Bayan Resources oleh PT Jhonlin Baratama sebelumnya menjadi perhatian pasar setelah informasi mengenai rencana transaksi mulai beredar.

Namun, berdasarkan penjelasan manajemen Bayan Resources, perseroan menyatakan baru mengetahui transaksi tersebut pada 16 September 2026.

Pada tanggal itu, Bayan menerima surat dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low yang menyampaikan bahwa keduanya telah menandatangani CSPA dengan PT Jhonlin Baratama.

Sehari kemudian, 17 September 2026, Bayan Resources mengungkapkan transaksi tersebut kepada publik.

Dalam prosesnya, Bayan menyatakan tidak terlibat dalam pembahasan maupun negosiasi transaksi. Negosiasi dilakukan oleh para penjual dengan PT Jhonlin Baratama.

Low Tuck Kwong Tetap Pengendali Bayan

Meski nantinya PT Jhonlin Baratama akan memiliki sekitar 30 persen saham BYAN, transaksi tersebut tidak serta-merta mengubah pengendali Bayan Resources.

Berdasarkan informasi yang diterima perseroan, Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali BYAN.

Hal ini menjadi salah satu poin paling menarik dari transaksi tersebut karena porsi saham PT Jhonlin Baratama nantinya sangat besar, tetapi status pengendalian perseroan dinyatakan tidak berubah.

Sementara itu, berdasarkan laporan per 30 September 2026, Low Tuck Kwong masih tercatat dengan kepemilikan 40,251 persen, sedangkan Elaine Low 22,202 persen. byan

Perubahan Kepemilikan Direksi dan Komisaris

Laporan Bayan Resources juga memuat kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris.

Dalam tabel tersebut, Low Tuck Kwong yang menjabat Direktur Utama tercatat memiliki 13.416.921.870 saham atau 40,251 persen.

Direktur Jenny Quantero tercatat memiliki 994.975.000 saham atau 2,985 persen. Direktur Low Yan Ngo memiliki 62.354.800 saham atau 0,187 persen.

Sementara Direktur Alastair G. C. MacLeod tercatat memiliki 3.290.500 saham atau 0,010 persen, Direktur Lim Chai Hock sebanyak 1.087.150.000 saham atau 3,261 persen, dan Direktur Ulina Fitriani sebanyak 5.000.000 saham atau 0,015 persen. byan

Data tersebut memperlihatkan bahwa kepemilikan saham jajaran Direksi dan Komisaris juga tercatat dalam laporan registrasi pemegang efek Bayan Resources per 30 September 2026.

Posisi Saat Ini

Dengan demikian, perkembangan transaksi Haji Isam dan Bayan Resources dapat dirangkum sebagai berikut:

Pertama, CSPA pembelian saham telah ditandatangani antara Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama.

Kedua, saham yang menjadi objek transaksi berjumlah 10.000.000.500 saham atau sekitar 30 persen BYAN.

Ketiga, berdasarkan registrasi pemegang efek per 30 September 2026, PT Jhonlin Baratama belum tercatat sebagai pemegang saham utama BYAN.

Keempat, Low Tuck Kwong masih tercatat menguasai 40,251 persen saham BYAN, sedangkan Elaine Low 22,202 persen. byan

Kelima, hingga penjelasan terakhir yang diberikan perseroan, target penyelesaian transaksi belum diketahui oleh Bayan Resources.***