Haji Isam bersama para petinggi  PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).
Ekbis

Haji Isam Bidik Tambang Nikel di Morowali dan Akuisisi Perusahaan Hong Kong

  • Anggaran Pembelian dari Right Issue
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam terus melakukan ekspansi. Setelah selesai membeli 30 persen PT Bayan Resources Tbk, Haji Isam mengincar tambang nikel di  Morowali, Sulawesi Tengah. 

Melalui perusahaannya, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), Haji Isam juga merencanakan akuisisi Denway Development Limited. Dua aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari rencana ekspansi bisnis perusahaan yang membutuhkan pendanaan bernilai triliunan rupiah.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan pada 22 Oktober 2026, PACK merencanakan pengambilalihan 100 persen saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) dengan nilai transaksi sebesar 79 juta dollar AS atau sekitar Rp1,39 triliun.

Bumanik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan tersebut memiliki wilayah konsesi tambang seluas 4.778 hektare.

BACA JUGA:

Haji Isam Resmi Genggam 30,25% Saham Bayan (BYAN) Senilai Rp26 Triliun - ibukotakini.com

Rencana akuisisi ini dilakukan melalui anak usaha PACK, yakni PT Daya Unggul Raya dan PT Gemilang Padma Raya. Transaksi tersebut masih memerlukan pemenuhan sejumlah persyaratan dan persetujuan yang berlaku.

Selain membidik tambang nikel di Morowali, PACK  juga merencanakan pengambilalihan 100 persen saham Denway Development Limited dari Hanking (Indonesia) Mining Limited.

Nilai transaksi akuisisi Denway mencapai 324 juta dollar AS atau sekitar Rp5,74 triliun, dengan menggunakan kurs Rp17.703 per dollar AS.

Denway Development Limited merupakan perusahaan induk yang berbasis di Hong Kong. Berdasarkan keterbukaan informasi PACK, transaksi ini tergolong transaksi material karena nilainya setara 108,26 persen dari ekuitas konsolidasian perusahaan.

BACA JUGA:

Haji Isam Gadaikan 3 Perusahaan Sawit di Kabupaten Paser ke Bank Mandiri - ibukotakini.com

Rencana akuisisi Denway juga membutuhkan persetujuan pemegang saham dan pemenuhan persyaratan lainnya, termasuk ketentuan terkait penawaran umum terbatas yang direncanakan perusahaan.

PACK Bidik Pendanaan Rp8,19 Triliun

Untuk mendukung rencana ekspansi dan kebutuhan perusahaan, PACK mengusulkan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue.

Melalui aksi korporasi tersebut, perusahaan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru dengan nilai dana maksimal 463 juta dollar AS atau sekitar Rp8,19 triliun.

Dana hasil rights issue direncanakan untuk sejumlah kebutuhan, antara lain pembayaran pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited, serta modal kerja perusahaan dan entitas anak.

BACA JUGA:

Selamat Datang Haji Isam di Kaltim - ibukotakini.com

PT Eco Energi Perkasa, pemegang saham PACK dengan kepemilikan 38,50 persen, menyatakan rencana untuk melaksanakan haknya dalam rights issue sekaligus menjadi pembeli siaga hingga nilai 418 juta dollar AS atau sekitar Rp7,40 triliun.

PACK menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 November 2026 untuk meminta persetujuan atas rencana aksi korporasi tersebut.

Apabila pemegang saham tidak melaksanakan haknya dalam rights issue, kepemilikannya berpotensi terdilusi. Dalam skenario maksimal yang diungkapkan perusahaan, tingkat dilusi dapat mencapai sekitar 74,6 persen.

Haji Isam Memiliki 20,04 Persen Saham PACK

Dalam struktur pemegang saham PACK per 30 September 2026, Haji Isam tercatat memiliki 6.836.867.700 saham, setara dengan 20,04 persen kepemilikan perusahaan.

BACA JUGA:

Haji Isam Pegang 20,05% Saham Perusahaan Nikel PACK - ibukotakini.com

Sementara itu, PT Eco Energi Perkasa tercatat memiliki 38,50 persen saham PACK. Adapun pemegang saham lainnya dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5 persen secara keseluruhan menguasai 41,46 persen saham.

Kepemilikan saham tersebut menempatkan Haji Isam sebagai salah satu pemegang saham PACK. Namun, keterbukaan informasi perusahaan tidak menyatakan bahwa Haji Isam secara pribadi menjadi penyandang dana untuk seluruh rencana akuisisi maupun rights issue tersebut.

Seluruh rencana transaksi masih bergantung pada persetujuan pemegang saham dan pemenuhan persyaratan regulator serta ketentuan transaksi yang berlaku. Dengan demikian, akuisisi tambang nikel Bumanik dan Denway Development Limited belum dapat dinyatakan telah selesai dilaksanakan.***