
Haji Isam Jadi Pemegang 30% Saham BYAN, Siapa Pengendali Bayan Resources?
- Saham Datuk Low Tuck Kwong Tinggal 20 Persen
Tren
IBUKOTAKINI.COM – Masuknya pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam ke PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tidak serta-merta mengubah status pengendali perusahaan tambang batu bara tersebut.
Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam berencana mengakuisisi 10.000.000.500 saham BYAN, setara sekitar 30 persen dari seluruh saham perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Namun, berdasarkan keterbukaan informasi yang disampiakan manajemen Bayan Resources, Dato’ Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama sekaligus pengendali BYAN setelah transaksi tersebut rampung.
Direktur Bayan Resources Alexander Ery Wibowo menyatakan, hingga surat keterbukaan informasi tersebut diterbitkan Jumat (25/9/2026), Low Tuck Kwong tetap berstatus sebagai pemegang saham utama dan pengendali.
BACA JUGA:
Berapa Kekayaan Haji Isam? Ini Perkiraannya - ibukotakini.com
“Sampai dengan tanggal Surat ini dan berdasarkan informasi yang kami peroleh, Dato' Low Tuck Kwong akan tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali Perseroan," tulis Alexander Ery Wibowo.
Haji Isam Jadi Pemegang Saham 30 Persen
Perjanjian jual beli saham bersyarat atau Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement (CSPA) ditandatangani Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.
Transaksi tersebut mencakup 10.000.000.500 saham BYAN. Penyelesaiannya masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan memiliki sekitar 30 persen saham Bayan Resources.
BACA JUGA:
Bayan Resources Cabut Force Majeure, 3 Anak Usaha Nambang Lagi - ibukotakini.com
Posisi tersebut membuat Jhonlin Baratama menjadi pemegang saham dengan porsi signifikan di BYAN. Namun, status kepengendalian perusahaan tetap berada pada Low Tuck Kwong berdasarkan informasi resmi yang disampaikan manajemen.
Kepemilikan Low Tuck Kwong Berubah
Alexander Ery Wibowo menjelaskan, setelah transaksi, kepemilikan saham Low Tuck Kwong akan menjadi 6.951.170.541 saham, atau sekitar 20,853 persen dari seluruh saham BYAN.
Sementara itu, Elaine Low akan memiliki 3.799.584.529 saham, atau sekitar 11,4 persen.
Jika digabungkan, kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low pascatransaksi mencapai sekitar 32,25 persen.
BACA JUGA:
Artinya, secara persentase kepemilikan langsung, PT Jhonlin Baratama akan memiliki porsi saham lebih besar dibandingkan kepemilikan individual Low Tuck Kwong.
Belum Ada Perubahan Direksi dan Komisaris
Alexander Ery Wibowo juga menyatakan belum memiliki rencana perubahan susunan Direksi maupun Dewan Komisaris setelah transaksi.
“Perseroan juga belum menerima permintaan dari pemegang saham utama untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait perubahan susunan organ perseroan,” jelasnya.
Sementara mengenai rencana PT Jhonlin Baratama dalam mengelola Bayan Resources setelah transaksi, manajemen menyatakan belum menerima informasi mengenai rencana tersebut.
BACA JUGA:
Saham NICK Melonjak 113%, Bos Charnic Capital Ungkap Pendorong Kenaikan - ibukotakini.com
Perseroan juga belum dapat memberikan komentar mengenai strategi pengembangan usaha, peningkatan produksi, belanja modal, ekspansi maupun potensi sinergi dengan kelompok usaha Jhonlin.
Alexander menjelaskan, transaksi tersebut belum selesai dan Bayan Resources tidak terlibat dalam proses negosiasi antara para pihak.
Bukan Perubahan Pengendalian
Dengan kondisi tersebut, poin penting dari transaksi ini adalah masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang saham strategis BYAN tanpa perubahan status pengendalian berdasarkan informasi perseroan.
Transaksi ini sebelumnya memicu perhatian besar pasar karena Haji Isam melalui Jhonlin Baratama akan mengambil sekitar 30 persen saham Bayan Resources dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
BACA JUGA:
Akuisisi Bayan Resources: Perusahaan Haji Isam Tegaskan Tak Kucurkan Dana - ibukotakini.com
Jadi, siapa pengendali Bayan Resources setelah transaksi?
Untuk saat ini, jawabannya tetap Dato’ Low Tuck Kwong, berdasarkan informasi resmi yang disampaikan manajemen BYAN. Sementara PT Jhonlin Baratama menjadi pemegang sekitar 30 persen saham BYAN, dengan penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan kondisi pendahuluan.***
