Asisten Direktur Divisi Perizinan Emiten dan Perusahaan Publik 2 Otoritas Jasa Keuangan, Joshua Partahitua, memaparkan data sebaran emiten berdasarkan provinsi di Indonesia.
Ekbis

Hanya Ada 6 Emiten Asal Kaltim Tercatat di Bursa Efek Indonesia

  • Pasar Modal Sumber Pendanaan Selain Perbankan
Ekbis
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI – Jumlah perusahaan asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini mencapai enam emiten. Angka ini menunjukkan geliat positif dunia usaha di daerah kaya sumber daya alam tersebut untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

Asisten Direktur Divisi Perizinan Emiten dan Perusahaan Publik 2 Otoritas Jasa Keuangan, Joshua Partahitua, memaparkan data sebaran emiten berdasarkan provinsi di Indonesia. 

Dari total ratusan emiten yang terdaftar, mayoritas masih terkonsentrasi di Jakarta dengan 749 perusahaan. Jawa Barat menempati posisi kedua dengan 93 emiten, disusul Jawa Timur 59 emiten, dan Banten 76 emiten.

“Kalau kita lihat, perusahaan dari daerah seperti Kalimantan Timur juga mulai aktif masuk ke bursa. Saat ini sudah ada enam emiten asal Kaltim yang terdaftar,” ujar Joshua dalam kegiatan Sosialisasi Pasar Modal sebagai Alternatif Pendanaan Perusahan.

BACA JUGA:

Cerita Surya Biru Murni (SBMA) Melantai di Bursa, Siap Kuasai Kalimantan - ibukotakini.com

Dalam kegiatan yang berlangsung di Balikpapan, Kamis 11 September 2025, Joshua menambahkan, meski jumlah tersebut masih jauh tertinggal dibanding provinsi besar di Jawa, langkah emiten dari Kaltim menjadi sinyal penting. 

Pasalnya, perusahaan di luar Jawa menunjukkan keseriusan untuk mengakses pendanaan publik melalui mekanisme penawaran umum.

Dari data BEI, beberapa provinsi lain di luar Jawa juga mencatatkan kehadiran emiten, seperti Sulawesi Selatan dengan tiga perusahaan, Sumatera Selatan enam perusahaan, dan Sumatera Utara 13 perusahaan.

Menurut Joshua Partahitua, ke depan BEI terus mendorong perusahaan daerah, termasuk dari Kalimantan Timur, agar memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan bisnis. 

BACA JUGA:

Pasar Modal Indonesia Catat 954 Emiten, Kapitalisasi Rp13.755 Triliun - ibukotakini.com

“Dengan masuk bursa, perusahaan akan mendapat akses pendanaan yang lebih luas, transparansi, dan tata kelola yang lebih baik,” jelasnya.

Direktur Penilaian Perusahaan Efek PT Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai peran pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan strategis bagi perusahaan. 

“Melalui IPO, perusahaan tidak hanya berkesempatan mendapatkan akses pendanaan yang lebih luas untuk ekspansi bisnis, tetapi juga dapat meningkatkan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), memperkuat citra di mata publik dan investor, serta membuka jalan bagi berbagai bentuk pembiayaan pasar modal lainnya di masa depan,” Kata Nyoman Yetna.

BACA JUGA:

Nusakambangan Berdaya dengan Limbah FABA - ibukotakini.com

Kesempatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi perusahaan di Kalimantan Timur untuk melihat pasar modal sebagai instrumen strategis dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan. ***