Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo dalam kegiatan REI Balikpapan, Kamis (9/7/2026).
Balikpapan

Hanya Alqur’an yang Tidak Bisa Diubah

  • Minta REI dan OPD Cari Titik Temu
Balikpapan
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM - Wakil  Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo meminta para pengembang perumahan untuk mematuhi regulasi terkait pembangunan hunian. Pada saat yang sama, ia juga meminta aparatur pemerintahan untuk tidak menghambat upaya developer menyediakan hunian. 

Permintaan itu disampaikan Bagus Susetyo saat menghadiri tasyakuran dan silaturahmi terpilihnya Andi Kalaru sebagai Ketua Komisariat Real  Estate Indonesia (REI) Kota Balikpapan periode 2026-2030, Kamis (9/7/2026).

“Ya, jadi pelajari regulasi yang ada, pelajari aturan yang ada. Undang-undangnya juga ada, jelas. Kita (REI) ingin melancarkan program pemerintah terkait tiga juta rumah,” kata Bagus. 

Dalam membangun hunian, Kota Balikpapan maish jauh tertinggal  dengan daerah lain seperti Sulawesi Selatan maupun Sumatera.

BACA JUGA:

REI Balikpapan Ajak Pengembang Patuh Aturan, Properti Siap Melaju - ibukotakini.com 

“Balikpapan Kaltim itu termasuk yang terendah dibandingkan Sulawesi Selatan. Dibandingkan Sumatera Selatan. Kita baru dua ribuan unit dalam setahun. Itu rumah yang dibangun oleh seluruh asosiasi pengembang yang ada di Kalimantan Timur,” bebernya.

Dengan potensi yang masih besar, mantan ketua REI Kaltim itu mengingatkan pengembang untuk  mencari ceruk pasar yang lebih baik. Karena itu, ia juga berpesan kepada organisasi perangkat daerah untuk memberikan dukungan. 

“Saya terima kasih kepada Pak Raffiudin (Kepala Dinas Permukiman), Bu Rita (Kepala Dinas Pekerjaan Umum), mohon nggak usah saya turun (tangan) lah. Biar mereka lagi nanti berkoordinasi (dengan REI),” jelasnya.

Bagus menambahkan, koordinasi yang baik antara pelaku usaha dengan regulator diharapkan bisa mengurai kebuntuan. 

BACA JUGA:

REI Kaltim Ungkap Penyebab Realisasi Program 3 Juta Rumah Paling Rendah - ibukotakini.com

“Aturan yang tidak bisa berubah kan Qur’an saja. Artinya semuanya bisa disesuaikan dengan regulasi yang ada. Pokoknya cari solusilah, jangan cari masalah,” kata Bagus.

Ia juga mengingatkan kepada para pengusaha untuk tidak melakukan penyimpangan. 

“‎‎Dan teman-teman juga tolong juga lebih menghargai teman-teman yang ada di birokrasi ya, karena mereka ini, atau saya sendiri itu satu kaki itu sudah di ‘sana’ … Jadi kalau melakukan sesuatu penyimpangan ini konsekuensinya kita bisa berpindah tidur,” kelakar Bagus. 

“Jadi, tolong dibantu ya, jangan memaksakan diri. Ya, jadi pelajari regulasi yang ada, pelajari sistem aturan yang ada. Udang-undangnya juga ada. Jelas,” pungkasnya.  ***