Kepala BPN Balikpapan, Haji Subur bersama Ketua Komisariat REI Balikpapan, Hj Andi Kalaru.
Balikpapan

Hanya Tuhan yang Tahu Lama Pengurusan Sertifikat Tanah di Balikpapan

  • BPN Perbaiki Data Bidang Tanah
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan, Haji Subur mengakui keterlambatan pengurusan sertifikat tanah.

Namun keterlambatan itu bukan hanya di Balikpapan, melainkan juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini diungkap Haji Subur saat menghadiri tasyakuran dan silaturahmi pengurus Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Kota Balikpapan, Kamis, 9 Juli 2026.

“Ini terjadi di hampir seluruh Indonesia. Karena BPN yang hari ini, BPN seluruh Indonesia mengerjakan pekerjaan yang terdahulu, mengerjakan pekerjaan hari ini dan mempersiapkan data untuk yang ke depan,” kata pria yang sebelumnya bertugas di Papua itu.

BACA JUGA:

REI Balikpapan Ajak Pengembang Patuh Aturan, Properti Siap Melaju

‎”Sehingga kalau bapak ibu mendengar alih media itu, (walaupun) hanya perubahan (dari analog ke elektronik) pekerjanya, hanya Tuhan yang tahu kapan selesainya,” kata Haji Subur dengan nada kelakar.

‎”Teman-teman biasa berbicara begitu, mungkin teman-teman perbankan sudah tidak asing lagi. Teman-teman PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) tidak asing lagi,” imbuhnya.

‎Menurut Haji Subur, BPN memerlukan ketelitian tinggi dalam melakukan pengukuran.

“Kenapa (prosesnya lama), karena ketika kami harus membuat harus seratus persen benar. Nah, sedangkan kita sama sama tahu, di dunia ini yang seratus persen benar hanya Tuhan,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Pengurusan Sertifikat Tanah di Balikpapan Masih Lambat, BPN Ungkap Penyebabnya

‎Tetapi paling tidak, BPN harus membuat data mencapai seratus persen data valid, baru kemudian bisa melangkah ke tahap berikutnya.

‎Haji Subur menjelaskan, pada masa lalu, pengukuran dan tahap lainya  bekerja  berdasarkan regulasi dan kondisi pada saat itu.

‎”Sehingga tidak mungkin ketelitiannya (sama). Contoh teman-teman yang bisa mengikuti kegiatan pengukuran, dulu hanya menggunakan alat yang istilahnya T nol itu, bisa sama dengan alat yang sekarang”

‎”Oleh karena itu, di BPN kalau kurang lebih lima sampai sepuluh tahun akan datang, inilah waktunya di BPN ini berbuat memperbaiki data,” jelasnya.

BACA JUGA:

REI Kaltim Ungkap Penyebab Realisasi Program 3 Juta Rumah Paling Rendah

‎Ia berharap ketika semua sudah baik, masyarakat akan merasakan pengurusan sertifikat sebagaimana pengurusan paspor. Jadi akan lebih mudah lebih transparan karena sumber data telah diperbaiki.

‎Untuk saat ini Haji Subur menyebut BPN sedang berjuang untuk memperbaiki data tersebut. Imbasnya kadang layanan itu kembali turun, kadang layanan itu bisa stabil.***