Hardiknas, Buku “Aku Cinta Balikpapan” Diperkenalkan Usia Dini
Balikpapan

Hardiknas, Buku “Aku Cinta Balikpapan” Diperkenalkan Usia Dini

  • Sebanyak 15 ribu eksemplar buku ini telah dicetak dan akan didistribusikan secara gratis ke seluruh PAUD di Balikpapan.
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Sebuah langkah penting dalam upaya membentuk kecintaan anak-anak terhadap kota tempat tinggalnya dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan melalui peluncuran buku anak berjudul Aku Cinta Balikpapan.

Peluncuran tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di halaman Balai Kota, Jumat 3 Mei 2025.

Buku edukatif ini merupakan inisiatif Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud, yang melihat perlunya media pembelajaran yang memperkenalkan sejarah dan karakter Kota Balikpapan kepada anak-anak sejak dini.

"Buku ini bukan sekadar bacaan. Ini adalah jendela bagi anak-anak untuk mengenal kota mereka sendiri—tempat ibadahnya, gedung pemerintahannya, hingga tempat-tempat bersejarah yang membentuk identitas Balikpapan," terang Nurlena usai peluncuran.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/peringati-may-day-balikpapan-punya-bus-kesemas

Disusun dalam waktu hampir satu tahun, buku Aku Cinta Balikpapan memuat 36 halaman penuh warna dan dirancang khusus untuk anak usia dini.

Materinya dikurasi melalui proses ketat agar tidak sekadar menghibur, tetapi juga memperkaya pengetahuan anak-anak tentang lingkungan sekitarnya.

Sebanyak 15 ribu eksemplar buku ini telah dicetak dan akan didistribusikan secara gratis ke seluruh lembaga PAUD, termasuk TK dan satuan pendidikan usia dini lainnya di Balikpapan.

Nurlena mengungkapkan bahwa ide awal buku ini lahir dari kebiasaannya membaca dan pengalamannya mengunjungi daerah-daerah lain yang sudah memiliki buku edukatif lokal serupa.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/revolusi-pembelajaran-di-balikpapan-hai-guru-impact-dorong-guru-kuasai-teknologi-ai

"Anak-anak di daerah lain punya buku yang menggambarkan kotanya sendiri. Saya ingin anak-anak Balikpapan juga bisa mengenang masa kecilnya dengan buku yang menampilkan wajah kota mereka sendiri," jelasnya.

Buku ini menampilkan ragam konten nyata seperti tempat ibadah, kantor pemerintahan, ruang terbuka publik, dan ikon kota lainnya, yang dikisahkan secara sederhana namun menyentuh, sesuai dengan cara berpikir anak-anak.

"Anak-anak tidak lagi melihat Balikpapan sebagai nama saja, tapi sebagai kota yang mereka kenal dari cerita, warna, dan gambar yang ada di buku ini. Harapan saya, dari sinilah tumbuh rasa bangga dan cinta terhadap kota mereka," tambah Nurlena.

Ia mengemukakan dengan menghadirkan konten yang faktual dan relevan. Menurutnya, buku tersebut telah melewati banyak tahapan penyuntingan untuk memastikan setiap elemen cerita mencerminkan realitas yang bisa ditemukan langsung oleh anak-anak di lingkungan mereka.

"Ini bukan buku dongeng. Ini tentang Balikpapan yang nyata, yang bisa dilihat, disentuh, dan dirasakan oleh anak-anak," katanya.

Peluncuran buku ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, yang juga hadir dalam upacara Hardiknas.

"Ini adalah langkah konkret dalam mendekatkan pendidikan kepada anak-anak. Sebuah kontribusi nyata dalam membangun literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda," ujarnya.

Dalam upacara tersebut, Wali Kota Rahmad juga menyampaikan sambutan dari Menteri Pendidikan Menengah dan Dasar Abdul Mu'ti yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.

Peluncuran buku Aku Cinta Balikpapan menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian peringatan Hardiknas 2025 di kota ini, yang tahun ini mengangkat semangat merdeka belajar berbasis lokal dan karakter. (Adv)