
Harga Bahan Baku Naik, Perajin Tahu Tempe Pertahankan Kuota Produksi
- Permintaan tahu dan tempe terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan bertambahnya kerja sama dengan berbagai mitra
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Produksi tahu dan tempe di Sentra Industri Tahu Tempe Somber, Kota Balikpapan, tetap berjalan stabil sejauh ini. Meskipun memang ada kenaikan harga bahan baku kedelai yang cenderung fluktuatif.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma mengungkapkan, para perajin masih mempertahankan kuota produksi guna memenuhi kebutuhan pasar dalam kota.
“Untuk kebutuhan pasar normal di Balikpapan, para perajin masih mempertahankan jumlah produksi meskipun ada kenaikan harga bahan baku. Penyesuaian lebih mungkin dilakukan pada ukuran produk, bukan pada harga,” katanya pada Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, keberlanjutan produksi menjadi hal utama yang perlu dijaga. Jika kebutuhan pasar telah terpenuhi dengan jumlah tertentu, maka kapasitas produksi tersebut sebaiknya dipertahankan agar stabilitas pasokan tetap terjaga.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/biaya-produksi-naik-pengrajin-tahu-pilih-tahan-harga-demi-pelanggan
Saat ini, kebutuhan kedelai di Balikpapan mencapai sekitar 400 hingga 450 ton per bulan. Mayoritas pasokan berasal dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain, dengan kenaikan harga berkisar antara 1 persen hingga 5 persen setiap bulan.
"Fluktuasi harga juga dipengaruhi oleh faktor distribusi dan logistik," tukasnya.
Di sisi lain, permintaan tahu dan tempe terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan bertambahnya kerja sama dengan berbagai mitra.
Salah satunya berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang secara rutin menambah permintaan hingga dua sampai tiga kali setiap pekan.
Heru menambahkan, kapasitas Sentra Industri Tahu Tempe Somber masih terbuka untuk pengembangan. Dari total 100 unit rumah produksi yang tersedia, saat ini baru terisi sekitar 85 unit, sehingga masih terdapat 15 unit yang dapat dimanfaatkan.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/sentra-ikm-tahu-dan-tempe-somber-balikpapan-bakal-jadi-wisata-edukasi
Selain itu, terdapat sekitar 12 industri tahu tempe di luar sentra yang diharapkan dapat bergabung. Namun, sebagian dari mereka masih memiliki produksi yang belum stabil karena bergantung pada sistem pesanan.
“Yang di luar sentra produksinya belum menentu karena masih berbasis permintaan. Berbeda dengan yang sudah berada di dalam sentra, produksinya lebih terukur,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa distribusi bahan baku kedelai melalui UPTD yang bersumber dari Primkopti hanya diperuntukkan bagi perajin yang tergabung dalam sentra.
Hal ini bertujuan untuk menjaga pemerataan pasokan bagi anggota yang sudah terdaftar.
"Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap sentra industri dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung produksi tahu tempe di Balikpapan, sekaligus menjaga kestabilan pasokan di tengah dinamika harga bahan baku," pungkasnya. ***
