
Harga CPO Malaysia Menguat Tiga Hari Beruntun, Sinyal Kenaikan TBS Dalam Negeri
- Acuan Harga Sawit Dunia
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melanjutkan tren penguatan untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Selasa (23/6/2026).
Kenaikan ini didorong oleh solidnya data ekspor paruh pertama bulan Juni, pelemahan mata uang ringgit, serta apresiasi harga minyak nabati pesaing di pasar global.
Reuters melaporkan, pada perdagangan pagi, kontrak acuan CPO pengiriman September meningkat sebesar 20 ringgit atau 0,43 persen menjadi 4.692 ringgit per ton.
Pergerakan positif ini berjalan selaras dengan menguatnya harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade (CBOT) sebesar 0,35 persen, serta kenaikan kontrak minyak sawit dan minyak kedelai di Bursa Dalian masing-masing sebesar 0,63 persen dan 0,21 persen.
Sentimen Pasar Energi dan Daya Saing Biodiesel
Sektor komoditas global juga mendapatkan tambahan sentimen positif dari pasar energi alternatif. Harga minyak mentah dunia kembali menguat setelah sempat terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya.
Hal ini terjadi karena pelaku pasar melihat optimisme terhadap potensi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda, sementara investor masih menunggu kepastian terkait kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak mentah dunia secara langsung membuat harga CPO menjadi semakin kompetitif untuk digunakan sebagai bahan baku utama biodiesel. Faktor ini berpotensi mendongkrak volume permintaan global dalam jangka pendek.
Berikut adalah rangkuman indikator pasar yang memengaruhi pergerakan harga minyak sawit pada paruh perdagangan hari ini:
| Indikator Komoditas & Valuta | Kinerja / Perubahan | Dampak terhadap Pasar |
|---|---|---|
| Kontrak Acuan CPO September | 4.692 ringgit per ton (+0,43%) | Melanjutkan reli penguatan hari ketiga |
| Ekspor Sawit Malaysia (ITS) | Naik 19,1% (Periode 1–20 Juni) | Mengonfirmasi kekuatan fundamental hulu |
| Ekspor Sawit Malaysia (AmSpec) | Naik 25,0% (Periode 1–20 Juni) | Menjadi katalis utama penopang harga |
| Nilai Tukar Ringgit Malaysia | Melemah 0,44% terhadap dollar AS | Membuat harga CPO lebih murah bagi pembeli asing |
Proyeksi Koreksi Teknis Jangka Pendek
Meskipun fundamental pasar dinilai cukup kuat berkat lompatan ekspor dan insentif nilai tukar, pelaku pasar tetap diimbau untuk mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking).
Pelemahan mata uang ringgit sebesar 0,44 persen terbukti berhasil meningkatkan daya tarik CPO di mata pembeli luar negeri, namun ruang penguatan harga secara harian mulai terbatas.
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memperkirakan pergerakan harga CPO berpotensi mengalami koreksi terbatas setelah menyelesaikan pola kenaikan jangka pendeknya.
Secara teknikal, pergerakan harga berisiko berbalik arah menuju kisaran 4.602 hingga 4.641 ringgit per ton setelah menghadapi area resistensi kuat di rentang 4.687 hingga 4.715 ringgit per ton. ***
