Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp50.000, Kini Rp2,83 Juta per Gram
Ekbis

Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru

  • Tren penguatan harga emas Antam pada awal 2026 memperlihatkan bahwa logam mulia tetap menjadi primadona investasi
Ekbis
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan performa gemilang pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Logam mulia Antam melonjak tajam Rp34.000 sehingga mencapai level Rp2.549.000 per gram. Penguatan ini melanjutkan tren positif harga emas dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga tersebut dinilai sejalan dengan dinamika pasar global yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi nilai tukar. Kondisi itu mendorong investor mengalihkan dana ke instrumen safe haven seperti emas.

Analis pasar melihat, minat masyarakat terhadap emas fisik semakin tinggi, baik untuk tujuan investasi jangka panjang maupun lindung nilai. Harga emas dunia yang menguat turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan emas domestik.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

  • Emas 0,5 gram: Rp1.324.500
  • Emas 1 gram: Rp2.549.000
  • Emas 2 gram: Rp5.048.000
  • Emas 3 gram: Rp7.554.000
  • Emas 5 gram: Rp12.560.000
  • Emas 10 gram: Rp25.040.000
  • Emas 25 gram: Rp62.435.000
  • Emas 50 gram: Rp124.705.000
  • Emas 100 gram: Rp249.260.000
  • Emas 250 gram: Rp622.840.000
  • Emas 500 gram: Rp1.245.400.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.489.600.000

BACA JUGA:

Mudahnya Investasi Saham AS untuk Pemula - ibukotakini.com

Harga jual kembali atau buyback emas Antam juga ikut mengalami penyesuaian mengikuti kenaikan harga jual. Dengan perkembangan ini, emas masih menjadi pilihan menarik bagi pelaku pasar yang ingin menjaga stabilitas portofolio.

Meski demikian, investor tetap diimbau untuk mencermati pergerakan harga secara berkala sebelum memutuskan membeli. Emas dikenal memiliki volatilitas, terutama dipengaruhi situasi geopolitik dan kebijakan moneter global.

Tren penguatan harga emas Antam pada awal 2026 memperlihatkan bahwa logam mulia tetap menjadi primadona investasi. Banyak kalangan optimistis, selama ketidakpastian pasar masih berlangsung, emas berpotensi terus mencetak harga tinggi baru. ***