
Harga Emas Koreksi Tipis, Pasar Tunggu Sinyal Powell
- Harga Emas Dunia Terkoreksi Tipis, Investor Tunggu Pidato Powell
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Harga emas dunia sedikit terkoreksi pada perdagangan Selasa (23/9). Logam mulia ini ditutup melemah tipis setelah sehari sebelumnya mencetak rekor penutupan tertinggi baru di level US$3.747 per troy ounce.
Analis menilai penurunan tipis ini hanya sebagai koreksi teknikal sehat di tengah tren bullish yang masih sangat kuat.
Reli emas kali ini ditopang dua katalis besar: pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan tensi geopolitik Rusia–Ukraina yang kembali memanas.
Langkah The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin membuat dolar AS kurang menarik, sehingga investor global berbondong-bondong masuk ke emas. Sementara itu, kabar keberhasilan pasukan Rusia menguasai pemukiman Kalynivske di Ukraina kembali memicu kekhawatiran global dan mendorong aliran dana ke aset aman.
“Permintaan safe haven akan terus berlanjut. Kombinasi kedua sentimen ini berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi,” ucap Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals.
BACA JUGA:
Tak Ada Kata Genosida di Pidato Prabowo soal Palestina di PBB - ibukotakini.com
Pasar semakin optimistis setelah salah satu Gubernur The Fed, Stephen Miran, mengisyaratkan dukungan untuk pemangkasan suku bunga yang lebih dalam, hingga 50 basis poin. Pernyataan dovish ini menumbuhkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter longgar akan berlanjut sampai akhir tahun.
Prospek Teknis: Potensi Naik, Tapi Waspada
Secara teknikal, tren emas masih sangat bullish. Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, menyebut emas berpotensi naik menuju US$3.775 dalam jangka pendek. Namun, level US$3.712 perlu dicermati sebagai area koreksi apabila tekanan beli melemah.
Kini, perhatian pelaku pasar tertuju pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell malam ini. Sentimen pasar akan sangat bergantung pada nada yang disampaikannya.
Jika Powell memberi sinyal hawkish, dolar AS bisa menguat dan menekan harga emas. Sebaliknya, jika tetap dovish, emas berpotensi melanjutkan reli ke rekor baru. ***
