Emas dan Air Kemasan Jadi Pemicu Inflasi Balikpapan Oktober 2025
Ekbis

Harga Emas Melejit, Cetak Kinerja 250% dalam Satu Dekade

  • Emas Ungguli IHSG, Diprediksi Tembus US$5.000 per Ons di 2026
Ekbis
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Selama sepuluh tahun terakhir, emas menunjukkan performa gemilang dengan kenaikan harga sekitar 250%, setara dengan lonjakan nilai Bitcoin (BTC) namun jauh melampaui pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya naik sekitar 75% dalam periode yang sama.

Berbeda dengan aset kripto yang cenderung fluktuatif, emas justru tampil sebagai aset yang lebih stabil. Tahun 2025 bahkan disebut sebagai banner year bagi logam mulia ini, setelah harganya melesat lebih dari 55% hingga awal Oktober.

Kenaikan harga emas tahun ini tidak hanya dipicu oleh faktor siklus pasar, tetapi juga oleh perubahan struktural di ekonomi global.
Beberapa faktor pendorong utama antara lain:

  • Diversifikasi cadangan devisa bank sentral Asia dari dolar AS ke emas.
  • Defisit fiskal Amerika Serikat yang semakin melebar, menurunkan kepercayaan terhadap greenback.
  • Eskalasi tensi geopolitik global, yang mendorong investor mencari aset lindung nilai.

BACA JUGA:

Pabrik Soda Ash Pertama Indonesia Dibangun di Bontang - ibukotakini.com

Menurut data Investing per 28 Oktober 2025, harga emas kini berada di kisaran US$3.900 per ons, setelah sempat terkoreksi dari puncaknya. Meski demikian, sejumlah analis menilai fase koreksi ini relatif dangkal dan masih membuka ruang penguatan ke depan.

Beberapa lembaga keuangan internasional memperkirakan tren penguatan emas akan berlanjut hingga 2026.
Berikut proyeksinya:

  • JP Morgan: hingga US$5.000 per ons
  • Goldman Sachs: sekitar US$4.900 per ons
  • Morgan Stanley: di kisaran US$4.400 per ons

Analis JP Morgan, Gregory Sharer, dalam laporan yang dikutip Strait Times (28/10), menyebut permintaan dari Asia serta pembelian emas oleh bank sentral masih akan menopang harga di tahun mendatang.

Peluang Akumulasi bagi Investor

Dengan asumsi kurs Rp16.600 per dolar AS, harga emas berpotensi bergerak di rentang Rp2,08 juta hingga Rp2,73 juta per gram.

Bagi investor ritel, fase koreksi saat ini dinilai ideal untuk strategi akumulasi bertahap atau dollar cost averaging (DCA), yang tidak bergantung pada ketepatan waktu pembelian.

Tabel berikut menggambarkan skenario harga emas menurut Tim Analis Bareksa:

SkenarioHarga Global (US$/oz)Estimasi Harga Domestik/gram
Konsolidasi (support)3.940 – 4.120Rp2,22 juta – Rp2,44 juta
Lanjut Turun (bearish)3.682 – 3.810Rp2,08 juta – Rp2,26 juta
Rebound (bullish)4.350 – 4.600Rp2,46 juta – Rp2,73 juta

Sumber: Tim Analis Bareksa, asumsi kurs Rp16.600 per USD, dengan premium harga domestik terhadap spot sebesar 5,9–11,4%. ***