
Harga TBS Sawit Kaltim Naik Akhir Juli 2026, Ini Daftarnya!
- Tembus Rp3.528 per Kg untuk Tanaman Usia Produktif
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur kembali mengalami kenaikan pada periode 16–31 Juli 2026. Penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global serta meningkatnya permintaan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga di tingkat petani.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan tim penetapan harga telah menetapkan rata-rata tertimbang harga CPO sebesar Rp15.069,48 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp13.156,42 per kilogram.
"Kenaikan harga TBS periode ini dipengaruhi oleh menguatnya harga CPO di pasar global serta meningkatnya permintaan," ujar Muzakkir dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan hasil penetapan, harga TBS tertinggi diberikan kepada tanaman berumur 10 hingga 20 tahun, yakni sebesar Rp3.528,11 per kilogram. Kelompok umur tersebut merupakan fase produktif yang umumnya menghasilkan tandan buah dengan kualitas optimal.
BACA JUGA:
Prabowo akan Bangun 50 Pabrik Etanol, Indonesia Menuju Bensin E20 - ibukotakini.com
Sementara itu, harga TBS berdasarkan umur tanaman ditetapkan sebagai berikut:
- Umur 3 tahun: Rp3.098,00/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.196,74/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.238,22/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.357,21/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.405,65/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.460,65/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.503,04/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp3.528,11/kg
- Umur 21 tahun: Rp3.476,78/kg
- Umur 22 tahun: Rp3.406,78/kg
- Umur 23 tahun: Rp3.331,23/kg
- Umur 24 tahun: Rp3.293,53/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.262,57/kg
Muzakkir menjelaskan, harga yang ditetapkan pemerintah tersebut menjadi acuan bagi petani kelapa sawit yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS), khususnya petani plasma.
Menurutnya, mekanisme penetapan harga secara berkala bertujuan memberikan kepastian harga yang lebih adil bagi petani sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan pekebun dan perusahaan.
BACA JUGA:
Polemik Angkutan Sawit di Kenohan Berakhir - ibukotakini.com
Ia berharap kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan pengelola PKS terus diperkuat agar harga TBS di tingkat petani tetap stabil dan tidak dipengaruhi praktik permainan harga oleh tengkulak.
"Dengan kemitraan yang baik, harga TBS di tingkat petani diharapkan lebih terjaga sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit di Kalimantan Timur."***
