
Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Petani Bisa Kantongi Rp3.604 per Kg
- Harga TBS kelapa sawit Kaltim periode 1–15 September 2026 naik
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami kenaikan.
Kondisi ini menjadi kabar positif bagi petani sawit di tengah perkembangan harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, drh Arief Murdiyatno, mengatakan penetapan harga TBS dilakukan berdasarkan hasil perhitungan tim yang mengacu pada perkembangan harga CPO dan kernel.
“Harga rata-rata tertimbang CPO mencapai Rp15.392,82 per kilogram, sedangkan harga kernel ditetapkan sebesar Rp13.187,62 per kilogram,” ucap Arief dalam keterangan resminya yang dikutip pada Selasa, (22/09/2026).
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/harga-tbs-sawit-kaltim-naik-tertinggi-tembus-rp-3-561-per-kg
Menurut Arief, kenaikan harga TBS pada periode tersebut turut dipengaruhi penguatan harga CPO di pasar global serta meningkatnya permintaan.
"Berdasarkan hasil penetapan, harga TBS kelapa sawit periode 1–15 September 2026 bervariasi sesuai dengan usia tanaman," sebutnya.
Berikut daftar harga TBS sawit Kaltim berdasarkan umur tanaman:

Harga tertinggi berlaku untuk tanaman kelapa sawit berusia 10–20 tahun, yakni Rp3.604,37 per kilogram.
Harga TBS Menjadi Acuan Petani Mitra
Arief menjelaskan, daftar harga tersebut menjadi standar harga bagi petani kelapa sawit yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) di Kaltim, khususnya petani plasma.
Kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan pengelola PKS perlu terus dijaga untuk mendukung stabilitas harga TBS di tingkat petani.
“Dengan kemitraan yang baik, harga TBS di tingkat petani dapat lebih terjaga dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak,” imbuhnya. ***
