Harga TBS Sawit Kaltim Turun Awal Januari
Kabar Ibu Kota

Harga TBS Sawit Kaltim Turun Awal Januari 2026

  • Koreksi harga TBS dipicu oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel)
Kabar Ibu Kota
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur kembali melemah pada periode 1–15 Januari 2026. Penurunan ini dirasakan petani setelah sebelumnya harga TBS sempat bergerak relatif stabil.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur Ahmad Muzakkir menjelaskan, koreksi harga TBS dipicu oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di hampir seluruh perusahaan yang menjadi sumber data penetapan harga.

“Penurunan harga CPO dan kernel ini berdampak langsung pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” terang Muzakkir dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).

Pada periode tersebut, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp 13.921,45 per kilogram, sementara harga kernel berada di level Rp 10.801,62 per kilogram, dengan Indeks K 88,59 persen.

Berdasarkan hasil penetapan tim harga, TBS sawit umur tanaman 3 tahun ditetapkan sebesar Rp 2.796,53 per kg. Untuk umur 4 tahun sebesar Rp 2.982,31 per kg, umur 5 tahun Rp 3.000,36 per kg, dan umur 6 tahun Rp 3.032,69 per kg.

BACA JUGA:

Ekspor Balikpapan Turun, Neraca Dagang Tetap Surplus - ibukotakini.com

Selanjutnya, TBS sawit umur 7 tahun dihargai Rp 3.051,04 per kg, umur 8 tahun Rp 3.073,92 per kg, umur 9 tahun Rp 3.138,69 per kg, serta umur 10 tahun mencapai Rp 3.175,54 per kg.

Muzakkir menyebut, daftar harga tersebut merupakan harga standar bagi petani sawit yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit, khususnya kebun plasma. Skema kemitraan ini diharapkan mampu melindungi petani dari permainan harga oleh tengkulak.

“Melalui kerja sama kelompok tani dengan pabrik minyak sawit, harga TBS diharapkan lebih wajar dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat,” kata Muzakkir. ***