Harga TBS sawit Kaltim naik signifikan periode April 2026, dipicu tingginya permintaan CPO.
Ekbis

Harga TBS Sawit Naik Signifikan, Tertinggi Rp 3.558,33 per kilogram

  • Dipicu Tingginya Pemrintaan CPO
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah wilayah Kalimantan Timur kembali menunjukkan tren positif. 

Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan Crude Palm Oil (CPO) di pasar global, yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengungkapkan bahwa harga rata-rata tertimbang CPO kini mencapai Rp 15.125,10 per kilogram. Sementara itu, harga kernel tercatat sebesar Rp 14.432,67 per kilogram.

“Kenaikan ini memberikan angin segar bagi petani sawit, terutama di tengah kondisi produksi yang relatif stabil,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).

BACA JUGA:

BPDP Buka Grant Riset 2026 untuk Akademisi, Begini Cara Daftarnya! - ibukotakini.com

Berdasarkan penetapan periode 16–30 April 2026, harga TBS sawit di Kaltim mengalami kenaikan pada berbagai kelompok umur tanaman. 

Untuk tanaman umur 3 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp 3.124,92 per kilogram.

Selanjutnya, umur 4 tahun Rp 3.224,36 per kilogram, umur 5 tahun Rp 3.313,29 per kilogram, dan umur 6 tahun Rp 3.386,06 per kilogram.

Adapun untuk tanaman yang lebih produktif, harga juga terus meningkat. Umur 7 tahun mencapai Rp 3.435,02 per kilogram, umur 8 tahun Rp 3.490,60 per kilogram, umur 9 tahun Rp 3.533,12 per kilogram, dan umur 10 tahun menyentuh Rp 3.558,33 per kilogram.

BACA JUGA:

Curhat Buruh Perkebunan Sawit: Sistem Upah Tak Jelas - ibukotakini.com

Muzakkir menegaskan, daftar harga tersebut merupakan standar bagi petani yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit, khususnya kebun plasma.

Menurutnya, kemitraan antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit (PMS) menjadi kunci menjaga stabilitas harga di tingkat petani. 

Dengan sistem ini, harga TBS diharapkan tetap berada pada level wajar dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak.

“Kerja sama ini penting agar kesejahteraan petani sawit dapat terus meningkat,” katanya.

Kenaikan harga TBS ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi sektor perkebunan sawit di Kalimantan Timur, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah. 

BACA JUGA:

Pabrik Biodiesel dan Refinery Segera Dibangun di Kutim - ibukotakini.com

Dengan permintaan CPO yang terus menguat, prospek harga TBS diperkirakan masih akan stabil dalam waktu dekat. ***